SEORANG YANG KAYA DI HADAPAN TUHAN







Orang yang kaya di hadapan Tuhan mengenalNya secara pribadi bahkan mempunyai hubungan yang intim denganNya.

Orang yang kaya di hadapan Tuhan mengejar hal-hal yang kekal (misalnya harta surgawi atau keselamatan jiwa) bukannya yang     sementara (uang, kekayaan, dan harta duniawi)

Orang yang kaya di hadapan Tuhan mencukupkan diri dengan apa yang menjadi bagiannya.

Orang yang kaya di hadapan Tuhan   mengasihi dan menikmati hubungan dengan keluarga serta dengan orang-orang di sekitarnya.

Orang yang kaya di hadapan Tuhan membawa jiwa-jiwa kepada Sang Juru-selamat dan merampas jiwa-jiwa dari api neraka jahanam ke kehangatan surga mulia.

Orang yang kaya di hadapan Tuhan  melakukan yang terbaik dalam apapun yang dilakukannya untuk memperbaiki dunia ini.

Orang yang kaya di hadapan Tuhan senang berbagi  dengan orang yang lemah atau miskin.

Orang yang kaya di hadapan Tuhan menikmati dan mensyukuri setiap    langkah hidupnya.

(Dikutip dari:
Money And Riches oleh Pdt. Tjantana Jusman)

MENJADI HAMBA TUHAN

Yesaya 49:3-6

Oleh: Pdt  Edi Zakaria


Yesaya pasal 49 berisi nubuatan tentang perendahan diri   Yesus. Yaitu Yesus Kristus akan datang  mengambil rupa  seorang hamba.

Namun demikian Yesaya 49 juga berbicara tentang kita orang percaya yang dipanggil Tuhan   untuk menjadi     seorang hamba   Tuhan.

I. POSISI HAMBA TUHAN (ay. 3-6)

1. Posisi tertinggi (ay. 3)

Di dunia ini ada   banyak jabatan yang prestisius. Tetapi tidak ada jabatan yang memiliki janji bahwa Tuhan akan menyatakan kemuliaanNya melalui dia, kecuali kepada mereka yang menjadi hamba Tuhan.

2. Posisi terjamin (ay. 4)

Banyak jabatan yang menjanjikan fasilitas. Tetapi hanya menjadi hamba Tuhan yang memiliki jaminan bahwa semua jerih payahnya tidak menjadi sia-sia.

3. Posisi prospektif (ay.5-6)

Banyak orang takut merelakan anaknya menjadi hambaTuhan, karena menganggap hamba Tuhan tidak memiliki prospek masa depan.

Padahal semua jabatan di dunia prospeknya hanya sampai liang kubur. Tetapi menjadi hamba Tuhan cakupan pelayanannya sampai ujung bumi. Dan kehormatannya bukan hanya di mata manusia, tetapi juga di mata Tuhan.

II. JENIS PELAYANAN HAMBA TUHAN

Adalah kabar baik buat kita semua. Bahwa yang bisa menjadi hamba  Tuhan bukan hanya Pendeta, Pekerja Gereja atau yang sejenisnya. Setiap orang yang sudah ditebus oleh Yesus bisa menjadi hamba Tuhan. Melihat peranan yang harus dijalankan, hamba Tuhan ada 2(dua) macam:

1. Pelayanan murni Gereja

Hamba Tuhan dengan pelayanan murni Gereja memiliki fungsi dan peranan yang sangat vital.

Efesus 4:11-13—menegaskan bahwa tanggung jawab kualitas rohani, kedewasaan iman umat Tuhan berada di tangan hamba Tuhan murni Gereja. Mereka bertanggung jawab memperlengkapi umat Tuhan agar bisa melayani, termasuk pelayanan kepanjang-an Gereja (church extended) di market place (di dunia kerja)

2. Pelayanan    kepanjangan Gereja (Lukas 10:7-10)

Zakheus adalah contoh umat yang telah diperlengkapi dan dibina oleh hamba Tuhan dengan pelayanan murni Gereja. Zakheus membawa nilai-nilai Kerajaan Allah ke  market place (dunia kerja). Zakheus melakukan fungsi dan peranannya sebagai hamba Tuhan kepanjangan Gereja (Church Extended). Perhatikan apa yang dilakukan Zakheus (ay.8). Setengah dari miliknya diberikan kepada orang miskin. Dan yang merasa dirugikan akan diganti 4 kali lipat. Wow ini dahsyat!! Kota Yerikho sebagai kota terkutuk mengalami transformasi (keubahan) yang luar biasa.

III. TRANFORMASI ADALAH RENCANA ALLAH

Allah mempunyai rencana besar. Dia ingin mentransformasi  keluarga, kota, propinsi, Negara dan dunia kita.

Bila umat  Tuhan benar-benar menjadi hamba Tuhan, Dia akan mengalirkan kekayaan orang fasik kepada orang benar (Yesaya 66:12). Amin

PERJANJIAN KEANGGOTAAN

Oleh. Pdt. Edi Zakaria



Pada saat para peserta POP (Pelatihan Orientasi Pelayanan) menyelesaikan materi maka setiap anggota wajib mengucapkan Perjanjian Keanggotaan.

Hubungan yang kuat dan permanent adalah hubungan yang didasarkan pada perjanjian. Dan itulah yang dilakukan Allah kepada umatNya. Allah mengikat persekutuan dengan umatNya menggunakan perjanjian yang dimeteraikan dengan darah, yaitu darah Kristus. Melalui perjamuan kudus, ingatan kita disegarkan kembali tentang betapa kuatnya persekutuan kita dengan Tuhan. Begitu juga persekutuan kita sebagai jemaat Tuhan.

Sebuah perjanjian menjadi kuat dan berlaku turun temurun jika Allah menjadi pusat dari perjanjian tersebut. Perjanjian semacam ini hanya bisa kita jumpai dalam:

1. Persekutuan pribadi kita dengan Allah.

2. Persekutuan kita sebagai Gereja.

3. Persekutuan pernikahan.

Dengan mengucapkan perjanjian keanggotaan berarti sidang jemaat menjadi saksi dari sebuah komitmen yang jelas. Menyatakan komitmen keanggotaan dengan jelas adalah penting, karena:

1. Kristus memberi teladan dalam hal berkomitmen terhadap GerejaNya (Efesus 5:25).

2. Budaya dunia yang berkembang saat ini adalah budaya yang menjauhi komitmen. Sikap ini hanya menghasilkan gereasi yang suka kumpul kebo dan main gila tanpa tanggung jawab. Gereja tidak boleh sama dengan dunia, sebab Gereja bukan berasal dari dunia walaupun Gereja masih berada di dunia.

3. Komitmen menunjukkan kepada siap kita bertanggung jawab. Bukankah sekolah memiliki daftar murid? Bukankah kelompok tentara mempunyai daftar anggota? Bahkan, bukankah negara juga mesensus warga negaranya? Keanggotaan menunjukkan siapa keluarga kita, dan kepada siapa kita harus bertangungg jawab.

4. Komitmen menghasilkan pertumbuhan rohani. Anda tidak bisa bertanggung jawab menumbuhkan kerohanian anda maupun orang lain, jika anda tidak berkomitmen pada sebuah Gereja lokal yang spesifik.

Kepribadian kita dibangun berdasarkan komitmen. Karena itu Anda adalah seperti komitmen anda. Tidak lebih dan tidak kurang. 

MISI YANG GAWAT

Lukas 10:3

Oleh :Pdt. Edi Zakaria




Kita adalah utusan Kristus. Dan Tuhan Yesus mengutus kita untuk melaksanakan misi yang gawat.

1. Tuhan Yesus yang mengutus.

Misi yang dipercaya-kan Tuhan Yesus kepada kita orang percaya adalah misi yang gawat. Kegawatannya dium-pamakan seperti domba di tengah serigala.
Domba adalah bina-tang yang lemah, tidak memiliki kemampuan membela diri, dan hidupnya bergantung kepada gembalanya.

Serigala adalah binatang buas, pemangsa daging (termasuk daging domba), hidupnya bergerombol, larinya cepat, penciuman tajam, gigi bertaring, terlatih untuk memburu mangsa.

Walaupun seperti itu, tetaplah berangkat dan laksanakanlah misi, karena Tuhan Juruselamat yang mengutus kita.

Yang penting siapkan diri untuk tidak terkejut jika:

· mendapat perlawanan.

· Pekerjaan dikacaukan.

· Mental diteror dan dintimidasi.

Satu hal yang harus diperhatikan, yaitu milikilah kecerdikan. Itulah hikmat Allah yang melampaui kemampuan akal budi manusia. Hikmat kita miliki jika kita hidup penuh dengan Firman dan kuasa Roh Kudus.

2. Tuhan Yesus adalah tuan yang ber-tanggung jawab.

· Ia berdoa agar Allah Bapa memelihara kita (Yohanes 17:9-11) 

· Ia memberikan Roh Kudus(Yohanes 14:16-17). Roh Kudus mampu menginsafkan dunia akan dosa (Yohanes 16:7-11). Hal ini memungkinkan manusia-manusia  yang buas bagai serigala diciptakan baru menjadi manusia yang serupa dengan Kristus. Sehingga perlaku mereka tidak lagi menjadi “homo homini lupus” (manusia adalah serigala bagi sesamanya).

· Jangan takut, sebab Tuhan Yesus sudah mengalahkan dunia (Yohanes 16:33). Jadi kemenangan itu pasti berada di pihak kita. Dan kemenangan itu tidak bergantung kepada diri kita. Sebab kita adalah manusia yang ringkih dan lemah, tetapi Tuhan-lah kekuatan kita. Haleluyah!

3. Tanggung jawab kita.
· Berjuanglah dengan hati nurani yang murni dengan penuh kewaspadaan (kecerdikan), Matius 10:16.

· Jadilah orang kristen yang militan (ulet dan tangguh), Matius 10:20.

· Ingatlah, Roh Kudus dicurahkan agar kita dapat mengemban misi yang gawat secara efektif (Kisah Para Rasul 1:8). Roh Kudus adalah generator  kekuatan Ilahi yang tidak terbatas bagi orang percaya.

Penutup:

Mari kita terus bersaksi dan memberitakan Injil dengan cara yang simpatik dan berhikmat, yaitu cara-cara yang sesuai dengan situasi dan realita yang ada.

Mari perhebat perjuangan, sebab “bersama dengan Allah  kita akan melakukan perkara-perkara besar” (Mazmur 60:14). Amin




MENEMUKAN MUTIARA KEHIDUPAN

Alkisah, seorang pemuda menemukan sebuah gua yang terletak di kaki gunung. Saat dielajahinya gua itu, ia menemukan sebuah mutiara yang tak ternilai harganya. Tetapi saying sekali mutiara tersebut berada di mulut naga yang kuat dan besar. Si pemuda tersebut sudah berjuang dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan mutiara yang sangat berharga tersebut. Tetapi ia tidak berhasil, malahan ia terluka. Akhirnya ia pergi dan kembali menjalani hidupnya seperti biasa. Ia lalu menikah dan punya anak dan bekerja keras selama bertahaun-tahun.

Saat pemuda tadi sudah menjadi tua, saat itu istri dan anak-anakn7ya audah meninggal dunia. Suatu ketika ia berkata: “sebelum aku mati, aku ingin kembali ke gua, untuk melihat mtiara itu.” Ia pun kembali ke gua. Mutiara itu masih di sana dan masih seindah dulu.Namu sang naga itu sudah menjadilemah dan tua. Akhirnya ia dengan mudah mengambil mutiara itu dan membawanya pergi.

Naga dalam kisah tadi melambangkan tantangan, sedangkan mutiara melambangkan hikmah dan anugerah tersembunyi di balik setiap persoalan hidup. Si pemuda tadi sudah berjuang seumur hidupnya dan akhirnya ia memiliki hadiah yang indah dengan mudah.

Pembaca, hidup ini memang penuh tantangan. “Sang naga” bias muncul dimana saja di hidup kita setiap hari. Yang penting tetaplah optimis dan bersemangat. Semua tantangan sekali kelak pasti membuahkan anugerah yang besar bagi hidup kita.



KESIMPULANNYA....!!!!

Seorang dosen atheis sedang mengindoktrinasi para mahasiswanya.

Dosen: Siapa yang pernah melihat Tuhan? Siapa yang pernah mendengar suara Tuhan? Siapa yang memegang Tuhan?

Mahasiswa: (Semua diam terbengong-bengong)

Dosen: Jadi, kesimpulannya… Tuhan itu tidak ada!

Einstein: Sebentar tuan, saya mau bicara...(sambil mengangkat jari ).

Einstein: Siapa yang pernah melihat otak pak dosen? Siapa yang pernah mendengar suara otak pak dosen? Siapa yang pernah memegang otak pak dosen?

Mahasiswa: (Semua diam)

Einstein: Jadi… kesimpulannya… Pak dosen tidak punya otak…!!!

Kata orang fasik itu dengan batang hidungnya ke atas: "Allah tidak akan menuntut! Tidak ada Allah!," itulah seluruh pikirannya. (Mazmur 10:4)

KENAIKAN YESUS KE SURGA MEMBERI KEPASTIAN

Kisah Para Rasul 1:9-11

1. YESUS ADALAH MESIAS SEPERTI NUBUAT PARA NABI (ay. 6-7)

Para murid percaya bila Yesus adalah Mesias seperti yang dinubuatkan oleh para nabi, karena riwayat hidupNya telah membuktikan itu.

Hidup Yesus menggenapi beratus-ratus ramalan dan nubuat yang tertulis dalam Alkitab, yang diucapkan oleh para nabi  pada jaman dahulu. Banyak di antaranya diberikan beberapa abad sebelum Ia dilahirkan. Nubuat-nubuat ini memberikan detil yang spesifik tentang kelahiran, kehidupan, kematianNya bahkan kenaikanNya ke surga; itulah sesuatu yang tidak mungkin digenapi oleh seorang manusia biasa.

Itulah sebabnya para murid mengajukan pertanya: “Kapan Engkau memulihkan kerajaanMu Israel.

Jawaban Yesus menegaskan bahwa kerajaanNya bukanlah kerajaan duniawi.
Itulah sebabnya, seumur hidup anda tidak akan pernah melakukan keputusan yang LEBIH BESAR DAN SANGAT LUAR BIASA seperti KEPUTUSAN MENJADIKAN YESUS    KRISTUS SEBAGAI TUHAN DAN JURU SELAMAT  ANDA

2. GEREJA PASTI MAMPU MEWUJUDKAN VISI     YESUS (ay. 8)

Gereja didirikan oleh Tuhan Yesus Kristus dengan tujuan melaksanakan visi dan misi Yesus Kristus Sang Kepala Gereja, yaitu melaksanakan perintah agung dan amanat agung Tuhan Yesus Kristus, (Matius 22:37-40; 28:18-20), yaitu:

· “Kasihilah    Tuhan Allahmu …” itulah PENYEMBAHAN

· “Kasihilah sesamamu …”  itulah  PELAYANAN

· “Pergilah…” itulah PENGINJILAN

· “Baptislah…” itulah PERSEKUTUAN

· “Ajarlah…” itulah PEMURIDAN

Gereja pasti mampu melakukan semua itu, karena Roh Kudus sudah dicurahkan sejak Yesus telah naik ke surga.

3. KEPASTIAN BAHWA SURGA ITU ADA (ay. 9-11)

Kepastian bila surga itu ada membawa kita kepada implikasi:

· Neraka juga ada(Matius 10:28)

· Jerih lelah kita tidak percuma (1Korintus 15:58)

· Hidup di dunia ini sementara (1Petrus 1:24)

Implikasi tersebut menuntut adanya tindakan sebagai konsekwensi logis, yaitu:

· Harus membuat keputusan sekarang untuk memilih surga atau neraka (Ibrani 9:27)

· Jika memang jerih lelah dalam melayani Tuhan tidak percuama, marilah giat dan bersemangat (2Petrus 1:8)

· Gunakan waktu seefektif mungkin untuk meraih arti hidup , sebab hidup di dunia sangat terbatas waktunya.(Efesus 5:16)

4. TUHAN YESUS PASTI  DATANG KEMBALI (ay. 11)

Jika semua janji yang dinubuatkan meskipun sudah ribuan tahun ternyata digenapi. Terlebih janji kedatanganNya yang ke dua menunjukkan tanda-tanda bahwa kedatanganNya yang ke dua    sudah semakin dekat. Amin

























PARA MURID PERCAYA YESUS ADALAH MESIAS YANG DINUBUATKAN OLEH PARA NABI, YANG AKAN MENGEMBALIKAN KEJAYAAN ISRAEL.