Doktrin Oneness atau doktrin “Keesaan Allah” adalah ajaran yang menegaskan bahwa Allah itu esa secara absolut dan bahwa Yesus Kristus adalah manifestasi penuh Allah dalam daging. Doktrin ini berbeda dari konsep Trinitas yang berkembang kemudian dalam sejarah gereja.
Ajaran Oneness berakar pada monoteisme Ibrani, diteruskan oleh gereja rasuli, lalu mengalami perdebatan teologis sepanjang sejarah kekristenan.
1. Fondasi Monoteisme Ibrani
± 1400–400 SM
Doktrin Oneness berakar pada pengakuan bangsa Israel bahwa Allah itu satu.
Ayat Pendukung
“Dengarlah, hai Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!”
— Ulangan 6:4
“Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain.”
— Yesaya 45:5
“Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi.”
— Yesaya 43:10
Penjelasan
Bangsa Israel tidak mengenal konsep tiga pribadi ilahi. Allah dipahami sebagai satu Pribadi yang mutlak.
Doktrin ini menjadi dasar utama gereja apostolik kemudian.
Buku Pendukung
- The Oneness of God — David K. Bernard
- The Bible Doctrine of God — W.E. Chalfant
2. Zaman Yesus dan Gereja Rasuli
± 4 SM – 100 M
a. Para rasul mengajarkan bahwa Yesus adalah penyataan Allah dalam daging.
Ayat Pendukung
b. “Firman itu adalah Allah.”
— Yohanes 1:1
c. “Firman itu telah menjadi manusia.”
— Yohanes 1:14
d. “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.”
— Yohanes 14:9
e. “Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan.”
— Kolose 2:9
f. “Allah telah dinyatakan dalam daging.”
— 1 Timotius 3:16
3. Baptisan Gereja Mula-Mula
Semua baptisan dalam kitab Kisah Para Rasul dilakukan dalam nama Yesus Kristus:
Kisah 2:38
Kisah 8:16
Kisah 10:48
Kisah 19:5
Ini menjadi salah satu ciri utama teologi Oneness.
Buku Pendukung
- The Apostolic Church — W.B. Godbey
- In the Name of Jesus — David K. Bernard
4. Munculnya Teologi Keesaan Awala.
a. 180–250 M
Pada abad ke-2 dan ke-3, muncul tokoh-tokoh yang mempertahankan keesaan Allah secara ketat.
- Noetus dari Smyrna
± 180 M
- * Noetus mengajarkan bahwa Kristus adalah Allah sendiri yang datang sebagai manusia.
- * Kutipan Historis
- Hippolytus menulis bahwa Noetus berkata:
“Kristus adalah Bapa sendiri.”
Buku Sumber
- Against Noetus — Hippolytus (sekitar 210 M)
* Praxeas
b. ± 190–210 M
Praxeas mempertahankan ajaran bahwa Allah itu satu dan menolak pembagian pribadi-pribadi ilahi.
Namun lawannya, Tertullian, menuduh Praxeas sebagai “modalist”.
Buku Sumber
c. Adversus Praxean — Tertullian (sekitar 213 M)
Buku ini penting karena menjadi salah satu tulisan awal yang mulai memakai bahasa trinitarian.
d. Sabellius
± 215 M
Sabellius mengembangkan pengajaran bahwa Allah menyatakan diri dalam berbagai manifestasi:
- sebagai Bapa,
- sebagai Anak,
- sebagai Roh Kudus.
Ajaran ini kemudian disebut Sabellianisme.
Walaupun tidak identik sepenuhnya dengan Oneness modern, Sabellius sering dianggap bagian dari sejarah awal doktrin keesaan.
Buku Pendukung
- History of the Christian Church — Philip Schaff
- The Oneness of God — David K. Bernard
4. Tertullian dan Awal Istilah Trinitas
± 200–220 M
Tertullian adalah tokoh pertama yang secara sistematis memakai istilah:
Trinitas (Trinity)
tres personae (tiga pribadi)
Buku Penting
Adversus Praxean (Against Praxeas)
Dalam buku ini Tertullian melawan ajaran keesaan dan mulai merumuskan konsep tiga pribadi ilahi.
Namun pada masa itu, doktrin Trinitas belum sepenuhnya terbentuk seperti sekarang.
5. Konsili Nicea
Tahun 325 M
Kaisar Konstantinus mengumpulkan para uskup di Nicea untuk menyelesaikan konflik teologi.
Hasil Penting
Konsili menyatakan bahwa:
Yesus “sehakekat” (homoousios) dengan Bapa.
Ini menjadi langkah besar menuju doktrin Trinitas formal.
Buku Historis
Ecclesiastical History — Eusebius
Nicene and Post-Nicene Fathers
6. Konsili Konstantinopel
Tahun 381 M
Pada konsili ini, doktrin Trinitas disempurnakan:
Bapa adalah Allah,
Anak adalah Allah,
Roh Kudus adalah Allah,
tetapi tetap satu hakikat.
Sejak saat itu Trinitas menjadi doktrin resmi gereja kekaisaran Romawi.
Kelompok-kelompok keesaan mulai dianggap menyimpang.
7. Kebangunan Oneness Modern
Tahun 1913
Dalam pertemuan Pentakosta di Arroyo Seco, California, R.E. McAlister berkhotbah tentang baptisan dalam nama Yesus.
Peristiwa ini memicu lahirnya gerakan Oneness Pentecostal modern.
Tokoh Penting
- Frank Ewart
- Glenn Cook
- Garfield T. Haywood
Doktrin yang Ditekankan
- Allah itu esa
- Yesus adalah Allah sejati
- Baptisan dalam nama Yesus
- Kepenuhan Roh Kudus
Buku Pendukung
- The Oneness Pentecostal Movement — David Reed
- A History of Christian Doctrine — William Cunningham
8. Berdirinya UPCI
Tahun 1945
Gabungan beberapa organisasi Oneness melahirkan:
United Pentecostal Church International (UPCI)
UPCI menjadi organisasi Oneness terbesar di dunia.
Buku Pendukung
- United We Stand — UPCI Historical Records
9. Ayat-Ayat Utama Doktrin Oneness
a. Tentang Keesaan Allah
- Ulangan 6:4
- Yesaya 44:6
- Yesaya 45:5
- Tentang Yesus sebagai Allah
- Yohanes 1:1
- Yohanes 1:14
- Yohanes 10:30
- Kolose 2:9
- 1 Timotius 3:16
b. Tentang Nama Yesus
- Kisah 2:38
- Kisah 4:12
- Filipi 2:9–11
10. Pentingnya Mengobarkan Kebenaran Yesus Tuhan yang Esa
Doktrin Oneness bukan sekadar debat teologi, melainkan keyakinan tentang siapa Yesus sebenarnya.
a. Bagi gereja apostolik:
- Yesus adalah Allah yang menyatakan diri dalam daging,
- nama-Nya adalah pusat keselamatan,
- dan kuasa Allah dinyatakan melalui nama itu.
- Ayat Penegasan
— Filipi 2:11
“Keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia.”
— Kisah 4:12
b. Karena itu, gereja dipanggil untuk tetap mengobarkan:
- kekudusan,
- baptisan nama Yesus,
- kuasa Roh Kudus,
- dan penyembahan kepada Allah yang esa.
Di tengah dunia yang semakin kompromi terhadap kebenaran Alkitab, pemberitaan tentang Yesus sebagai Tuhan yang esa harus terus dinyalakan dengan kasih, keberanian, dan kesetiaan kepada Firman Tuhan.