Nats: Matius 5:14–16
PEMBUKAAN — SATU PERTANYAAN
Saudara, saya mau tanya satu hal: Apa gunanya lampu yang menyala di dalam ruangan yang sudah terang? Percuma, bukan? Lampu baru berguna kalau diletakkan di tempat yang gelap.
Nah, Yesus berkata kepada kita: "Kamu adalah terang dunia." Dengar baik-baik. Yesus TIDAK berkata: "Kamu HARUS menjadi terang dunia."
Yesus berkata: "Kamu ADALAH terang dunia." Itu bukan perintah. Itu IDENTITAS. Artinya: kalau kamu sungguh-sungguh mengikut Yesus, hidupmu seharusnya berbeda. Hidupmu seharusnya membawa sesuatu yang baru ke dunia ini. Bukan cuma di gereja. Tapi di mana pun kamu berada. Pengaruh bukan soal popularitas, melainkan integritas gaya hidup jemaat di tempat kerja, bisnis, dan masyarakat.
1. TERANG BUKAN OMONGAN
Saudara,
Kita bisa bicara tentang kasih, tapi kalau kita benci orang — kita bukan terang. Kita bisa bicara tentang jujur, tapi kalau kita curang di kantor — kita bukan terang. Kita bisa pasang ayat Alkitab di status WA setiap hari, tapi kalau di tempat kerja kita dikenal sebagai tukang bohong — ada masalah besar!
Hidup kita berbicara lebih keras daripada status kita. Kekristenan bukan cuma: "Apa yang saya percaya?" Tapi juga: "Apa yang orang lihat dari saya?"
ILUSTRASI SEDERHANA
Lampu tidak pernah berkata: "Gelap! Saya tidak setuju dengan kamu!" Lampu cukup menyala. Dan ketika lampu menyala, gelap pergi.
Kita tidak dipanggil untuk mengutuki dunia karena gelap. Kita dipanggil untuk menyala di tengah kegelapan.
Jangan sibuk bertanya: "Kenapa dunia makin jahat?" Tanyakan: "Apakah hidup saya makin terang?"
2. TERANG JANGAN DISEMBUNYIKAN
Yesus berkata: "Orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang." Artinya: jangan sembunyikan terangmu!
Kadang kita ingin jadi Kristen yang nyaman: Terang di gereja, gelap di kantor Terang pas ibadah, gelap pas bisnis Terang sama pendeta, beda sama pelanggan Terang sama jemaat, berubah sama orang yang bisa kasih untung. Yesus bilang: JANGAN!
Tempat kerja adalah mimbar. Meja kerja adalah kaki dian. Toko adalah mimbar. Kelas adalah mimbar. Keluarga adalah mimbar. Bukan berarti kita harus terus bicara agama. Cara hidup kita adalah khotbah yang paling kuat.
3. INTEGRITAS DIUJI SAAT TIDAK ADA YANG MELIHAT
Saudara, integritas adalah kesatuan antara: Apa yang kita katakan Apa yang kita percaya. Apa yang kita lakukan. Kita bilang: "Jujur itu penting." Tapi apakah kita tetap jujur kalau kejujuran membuat kita rugi? Kita bilang: "Kasihilah sesama." Tapi apakah kita tetap menghormati orang yang tidak bisa memberi untung? Kita bilang: "Tuhan cukupkan." Tapi apakah kita tetap menolak keuntungan haram? Di situlah terang diuji: Saat tidak ada yang melihat Saat kita bisa untung dengan curang Saat kita bisa berbohong tanpa ketahuan Saat kita punya kuasa untuk berbuat seenaknya. Orang benar itu mudah. Tapi orang benar saat rugi — itu terang!
4. PENGARUH BUKAN POPULARITAS
Yesus berkata: "Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu."
Perhatikan: BUKAN: supaya mereka memuji kamu TAPI: supaya mereka memuliakan Bapa. Ini bedanya:
POPULARITAS VS PENGARUH KRISTEN
"Lihat saya!" VS "Lihat Kristus!"
Cari tepuk tangan VS Cari kebenaran
"Berapa orang kenal saya?" VS "Apa yang mereka lihat dari saya?"
TERBESAR TANPA PANGGUNG
Saudara, orang berpengaruh bukan cuma yang punya banyak pengikut.
Seorang pegawai tetap jujur saat semua curang — itu pengaruh. Pengusaha tidak menipu pelanggan — itu pengaruh. Pemimpin tidak korupsi — itu pengaruh. Ayah minta maaf ke anak — itu pengaruh. Ibu tetap sabar saat lelah — itu pengaruh. Anak muda menolak ikut-ikutan dosa — itu pengaruh. Tidak viral bukan berarti tidak berpengaruh.
Tuhan melihatnya.
5. KECIL TAPI MENYALA
Kita sering berpikir: "Ah, saya cuma pegawai kecil." "Saya cuma ibu rumah tangga." "Saya cuma mahasiswa." "Saya tidak terkenal." Saudara, lilin kecil bisa menerangi ruangan gelap.
Yesus tidak bilang: "Kamu adalah selebritas dunia." Yesus bilang: "Kamu adalah terang dunia." Jangan remehkan dirimu. Jadilah terang di tempatmu.
6. TERANG BUKAN UNTUK DIRI SENDIRI
Ada bahaya: kita pakai terang untuk membuat diri kita terkenal. Yesus bilang: tujuan akhirnya adalah Allah dimuliakan. Bukan: "Wah, hebatnya orang Kristen itu!" Tapi: "Betapa baiknya Allah yang bekerja dalam hidupnya."
Maka: Berhasil → Kristus dimuliakan. Menolong → Kristus dimuliakan. Sabar → Kristus dimuliakan. Jujur meski rugi → Kristus dimuliakan. Mengampuni → Kristus dimuliakan.
ILUSTRASI PENUTUP
Bayangkan orang berjalan di jalan gelap. Dia tidak butuh orang bilang: "Gelap sekali!" Dia sudah tahu.
Dia butuh cahaya.
Dunia tidak butuh kita bilang: "Dunia ini gelap!" Dunia butuh kita bilang: "Mari kita nyalakan terang."
Dunia butuh: Orang Kristen yang jujur. Orang Kristen yang bisa dipercaya. Pengusaha yang adil. Pemimpin yang bersih. Pekerja yang rajin. Keluarga yang penuh kasih
7. DI MANA KITA MENYALAKAN TERANG?
A. DI TEMPAT KERJA
Jangan jadi orang paling rohani di gereja, tapi paling malas di kantor.
Datang tepat waktu. Kerjakan tanggung jawab. Jangan curi waktu. Jangan fitnah teman. Jangan manipulasi laporan. Biarlah orang bilang: "Saya percaya padanya."
B. DALAM BISNIS
Bisnis Kristen bukan cuma jualan pakai ayat Alkitab. Tapi bisnis yang dijalankan dengan nilai Kerajaan Allah: Jujur harga. Jujur kualitas. Jujur transaksi. Tidak tipu pelanggan. Keuntungan penting, karakter lebih penting.
C. DI MASYARAKAT
Jangan cuma peduli gereja. Peduli tetangga. Tolong yang butuh. Hormati perbedaan. Jaga perdamaian. Tolak kebencian. Tidak sebarkan hoax. Terang tidak keras. Terang jelas.
PERTANYAAN YANG HARUS KITA UBAH
DULU SEKARANG
"Berapa orang kenal saya?" "Berapa orang rasakan kebaikan Tuhan lewat saya?"
"Berapa pengikut saya?" "Apakah hidup saya layak diikuti?"
"Apa orang kagum sama saya?" "Apa orang memuliakan Tuhan karena saya?"
EMPAT KOMITMEN
Mari kita bawa pulang ini:
1. SAYA AKAN JUJUR
Sekalipun rugi.
2. SAYA AKAN SETIA
Sekalipun tidak ada yang memberi penghargaan.
3. SAYA AKAN BERBUAT BAIK
Bukan supaya dipuji, tapi supaya Allah dimuliakan.
4. SAYA AKAN MENJADI TERANG
Bukan cuma di gereja, tapi di mana pun Tuhan taruh saya.
PENUTUP — JANGAN MATI DI DALAM TOPLES
Saudara,
Ada orang Kristen seperti lampu di dalam toples. Terangnya ada. Tapi tertutup. Imannya ada. Tapi tidak kelihatan.Rajin ibadah. Tapi curang di kerja. Rajin nyanyi. Tapi kasar di rumah. Rajin baca Alkitab.Tapi tidak mau maaf. Itu bukan terang yang Yesus maksud!
Yesus berkata: "Kamu adalah terang dunia."
Maka: Keluarlah! Nyala di rumah. Nyala di kantor. Nyala di pasar. Nyala di sekolah. Nyala di bisnis.
Nyala di masyarakat. Dan ketika orang melihat hidupmu, mereka tidak berhenti padamu. Mereka melihat lebih jauh. Mereka melihat Kristus.
KALIMAT PENUTUP
Jangan berusaha terkenal. Berusahalah menjadi terang. Popularitas membuat orang melihat kita. Integritas membuat orang melihat Kristus. Dan ingat: "Terang sejati tidak sibuk menjelaskan bahwa ia terang. Ia cukup menyala."
Kita adalah terang dunia. Jangan sembunyikan. NYALAKAN!
DOA
Tuhan Yesus, Terima kasih kami adalah terang-Mu. Maafkan kami kalau terang kami redup. Maafkan kalau kami lebih peduli dilihat orang daripada menjadi berkat. Mulai hari ini, jadikan kami terang. Di rumah, di kerja, di bisnis, di masyarakat. Biarlah orang tidak melihat kami, tapi melihat Engkau. Dalam nama Yesus, Amin.
Soli Deo Gloria
Tidak ada komentar:
Posting Komentar