DUA LENGAN INJIL

 


Injil yang Diberitakan dan Injil yang Dihidupi

Ada orang yang pandai berbicara tentang Injil, tetapi sulit menemukan kasih dalam kehidupannya. Ada pula yang sangat aktif menolong orang, tetapi tidak pernah memperkenalkan Kristus.

Keduanya sebenarnya belum utuh.

Injil memiliki dua lengan: pemberitaan dan perwujudan. Dengan mulut kita menyampaikan kabar keselamatan; dengan kehidupan kita memperlihatkan dampak keselamatan itu.

“Sebab itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku...”

— Matius 28:19

Tetapi Yesus juga berkata:

“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

— Matius 22:39

1. Lengan Pertama: MEMBERITAKAN INJIL

Injil adalah kabar tentang apa yang Allah kerjakan melalui Yesus Kristus: manusia berdosa membutuhkan keselamatan, dan keselamatan itu tersedia di dalam Kristus.

Karena itu gereja tidak boleh kehilangan keberanian untuk memberitakan Kristus.

Pelayanan sosial penting. Menolong orang miskin penting. Mengunjungi orang sakit penting. Memberi makanan kepada yang lapar penting.

Tetapi semua itu tidak boleh membuat gereja berhenti menyampaikan kabar keselamatan.

Paulus berkata:

“Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.”

— 1 Korintus 9:16

Gereja dipanggil untuk berbicara tentang Kristus.

Injil harus terdengar.

Orang perlu mendengar bahwa ada pengampunan. Ada pertobatan. Ada keselamatan. Ada pengharapan. Dan semuanya berpusat pada Yesus Kristus.

2. Lengan Kedua: MENYATAKAN INJIL

Namun Injil bukan sekadar berita yang keluar dari mulut. Injil juga harus terlihat dalam kehidupan.

Yesus berkata:

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang...”

— Matius 5:16

Orang bukan hanya perlu mendengar bahwa kita mengasihi mereka. Mereka perlu mengalami kasih itu.

Ketika gereja memberi perhatian kepada yang terlupakan, mendampingi yang sedang menderita, menolong yang membutuhkan, mengunjungi yang sakit, membela yang diperlakukan tidak adil, dan hadir bagi mereka yang kesepian, gereja sedang memperlihatkan bahwa Injil memiliki wajah kasih.

Injil harus terlihat.

Tetapi tindakan kasih itu bukan pengganti pemberitaan Injil. Ia menjadi kesaksian yang membuka jalan agar orang melihat karakter Kristus dalam kehidupan umat-Nya.

3. Dua Lengan Harus Bergerak Bersama

Bayangkan seseorang hanya memiliki satu lengan.

Ia masih dapat melakukan banyak hal, tetapi geraknya tidak akan seimbang.

Demikian pula pelayanan gereja.

Pemberitaan tanpa kasih dapat terdengar seperti suara yang jauh dari kehidupan.

Kasih tanpa pemberitaan dapat membuat orang menerima pertolongan, tetapi tidak mengetahui Sumber keselamatan.

Karena itu, gereja membutuhkan keduanya:

Mulut yang memberitakan Kristus.

Tangan yang melayani manusia.

Yang satu menyampaikan kebenaran.

Yang lain memperlihatkan kasih.

Yang satu membawa orang mendengar tentang Kristus.

Yang lain membantu orang melihat karya Kristus melalui kehidupan umat-Nya.

4. Amanat Agung dan Perintah Agung

Di sinilah visi gereja menjadi sangat penting.

Yesus memberikan Amanat Agung:

“Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku...”

— Matius 28:19

Dan Yesus memberikan Perintah Agung:

“Kasihilah Tuhan, Allahmu... dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

— Matius 22:37–39

Keduanya tidak perlu dipertentangkan.

Amanat Agung membawa gereja kepada dunia untuk memberitakan Kristus.

Perintah Agung mengajarkan gereja bagaimana hadir di tengah dunia: dengan kasih kepada Allah dan sesama.

Maka gereja yang sehat bukan hanya gereja yang pandai berkhotbah.

Gereja yang sehat juga hadir ketika manusia membutuhkan pertolongan.

Bukan hanya mimbar yang berbicara, tetapi juga kehidupan yang bersaksi.

5. Injil Harus Keluar dari Gedung Gereja

Gereja tidak dipanggil hanya untuk berkumpul.

Gereja berkumpul untuk diperlengkapi, kemudian diutus.

Karena itu, setelah ibadah selesai, pelayanan Injil justru memasuki ruang yang lebih luas:

di rumah,

di tempat kerja,

di sekolah,

di pasar,

di lingkungan masyarakat,

di tengah keluarga,

dan di mana pun Tuhan menempatkan kita.

Ada orang yang mungkin tidak pernah datang ke gereja.

Tetapi mereka bertemu dengan kita.

Di situlah kehidupan kita menjadi bagian dari kesaksian Injil.

Mereka mungkin tidak membaca Alkitab hari ini.

Tetapi mereka dapat “membaca” kehidupan kita.

Pertanyaannya:

Apa yang mereka lihat?

Apakah mereka melihat Kristus?

6. Dua Lengan, Satu Kristus

Pada akhirnya, kedua lengan itu bukan dua Injil.

Injil tetap satu. Kristus tetap satu. Keselamatan tetap satu.

Pemberitaan dan tindakan kasih adalah dua cara gereja menjalankan panggilannya di tengah dunia.

Kita memberitakan supaya manusia mendengar kebenaran tentang Kristus.

Kita melayani supaya manusia merasakan kasih yang sejalan dengan berita itu.

Kita berkhotbah dengan kata-kata.

Kita berkhotbah pula melalui karakter.

Kita membuka Alkitab dengan tangan.

Kita membuka pintu rumah bagi mereka yang membutuhkan.

Kita mengangkat suara untuk memberitakan Kristus.

Kita mengulurkan tangan untuk menolong sesama.

Itulah dua lengan Injil.

Penutup

Gereja tidak boleh kehilangan salah satunya.

Jangan hanya mempunyai mulut yang kuat tetapi tangan yang tertutup.

Jangan pula mempunyai tangan yang sibuk tetapi mulut yang diam tentang Kristus.

Biarlah gereja memiliki keduanya:

INJIL DIBERITAKAN.

INJIL DIHIDUPI.

Sebab dunia bukan hanya membutuhkan orang yang berbicara tentang Yesus.

Dunia juga membutuhkan orang yang, melalui kehidupannya, membuat kasih Yesus dapat dilihat.

Satu Injil.

Satu Kristus.

Dua lengan.

Satu misi: membawa manusia kepada Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar