LCD Text Generator at TextSpace.net

CUCU YANG MENGGEMASKAN





Suatu pagi di sebuah desa...

Cucu               : "Hai Nek. Nenek lagi apa tuh?"

Nenek            : "Nenek lagi nyari daun kelapa nih."

Cucu               : "Untuk apa daun kelapa Nek?"

Nenek            : "Untuk dibuat ketupat, Sayang."

Cucu               : "Trus ketupat untuk apa Nek?"

Nenek            : "Untuk dimakan nanti.

Cucu               : "Ohh nanti. Kalo sekarang nenek lagi apa?"

Nenek            : "Ngambil daun kelapa. Hih!"

Cucu               : "Untuk apa?"

Nenek            : "Untuk dibuat ketupat. Udah nenek bilang kan tadi?"

Cucu               : "Ketupat itu untuk apa nek?"

Nenek            : "Ya untuk dimakanlah... Masa untuk keramas."

Cucu               : "Ohh gitu ya, Nek."

Nenek            : "Iya. Sudah pergi main sana. Jangan ganggu nenek."

Cucu               : "Kenapa?"

Nenek            :"Nenek lagi sibuk."

Cucu               : "Sibuk ngapain sih Nek?"

Nenek            : "Nyari daun kelapa. Kan udah dibilang tadi."

Cucu               : "Daun kelapa untuk apa?"

Nenek            : "Untuk buat KETUPAT! KETUPAT! KETUPAAAAT!!!"

Cucu               : "Nenek bicara sama siapa?"

Nenek            :"Sama kamu lah!!"

Cucu               : "Kenapa teriak-teriak? Saya kan di dekat nenek."

Nenek            : "Karena kamu gak paham-paham. Nggak lihat apa nenek lagi kerja?"

Cucu               : "Kerja apa Nek?"

Nenek            :"Arrrrrghhhhhhhh!!! NYARI DAUN KELAPA laah Begoookk....!"

Cucu               : "Daun kelapa untuk apa?"

Nenek            : "Ya Tuhan... Bodohnya cucu aku nih. Untuk dimakan!"

Cucu               : "Kan ada beras di rumah. Kenapa nenek mau makan daun kelapa?

Nenek            : "Cucu nenek yang paling kiut, lucu, pinter, ganteng... Sebelum nenek dapet stroke, sebaiknya kamu pergi sana, biarkan nenek bekerja. Jangan ganggu ya?"

Cucu               : "Kok dapet stroke?! Jadi sebenarnya nenek nyari daun kelapa atau nyari stroke? Stroke itu apa sih Nek? Apa dia hijau juga kayak daun kelapa?"

Nenek            : "Adohh. Dasar kamu keterlaluan ya!"

Cucu               : "Golok??? Saya ini orang Nek, bukan golok. Nenek stress ya?"

Nenek            : "Iya aku stress! Aku sakit kepala! Aku pusing 7 trenggiling! Aku mau gila! Aku stress stress stress!!!"

Cucu               : "Kalo cari daun kelapa bikin stress, kenapa nenek masih mau nyari juga?"

Nenek            : "CUKUP!!! JANGAN TANYA LAGI..!!! LEBIH BAIK KAU PULANG KE RUMAH SEKARANG!!!! CEPAT!!"

Cucu               : "Iya, Nek. Nenek nggak ikut pulang?"

Nenek            : "Enggak! Nenek lagi kerja!"

Cucu               : "Kerja apa Nek?"

Nenek            : "Cari daun kelapa!"

Cucu               : "Daun kelapa untuk apa sih Nek?".

Nenek            : "Arrgghhh!!! Tidak!! Tidak!!!! Tidaaaaaak!!!!!!!!" *cabut pohon kelapa* *lempar ke udara* ....

Pesan:

Sahabat tawa, ada orang dengan type suka bertanya tetapi bukan untuk mengerti dan memahami, melainkan untuk mencari-cari dalih guna menemukan kesalahan. Bahkan ada juga mereka melakukan itu untuk menemukan alasan guna membenarkan kesalahan yang diperbuatnya.

Ada juga orang sepertinya suka melakukan kegiatan keagamaan, tetapi bukan kepengin agar hidupnya lebih saleh, lebih benar dan lebih berkenan kepada Tuhan. Tetapi ada juga diantara mereka agar menemukan dasar untuk membenarkan diri sendiri dengan segala dosa dan kebobrokannya.

Nasehat bijak berkata:

TUHAN berkata, "Sangkamu Aku suka akan semua kurban yang terus-menerus kaupersembahkan kepada-Ku? Aku bosan dengan domba-domba kurban bakaranmu dan lemak anak sapimu. Darah sapi jantan, domba dan kambing tidak Kusukai. Siapa menyuruh kamu membawa segala persembahan itu pada waktu kamu datang beribadat kepada-Ku? Siapa menyuruh kamu berkeliaran di Rumah Suci-Ku? Percuma saja membawa persembahanmu itu. Aku muak dengan baunya. Aku benci dan tak tahan melihat kamu merayakan Bulan Baru, hari-hari Sabat dan hari-hari raya serta pertemuan-pertemuan keagamaan. Semua itu kamu nodai dengan dosa-dosamu dan merupakan beban bagi-Ku; Aku sudah lelah menanggungnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar