BERAGAMA ATAU BERIMAN?



Orang yang beragama adalah orang yang rajin beribadah, terkadang suka menampilkan symbol-symbol agama. 

Sementara orang berimanadalah orang yang percaya dan bertindak seperti apa yang diimaninya. 

Bedanya beragama dengan beriman: 

1. Orang yang beragama adalah orang yang percaya bahwa Tuhan itu ada. 

Sedangkan orang beriman adalah orang yang percaya bahwa Tuhan itu hadir. 

Karena itu ada yang menyangka Tuhan itu ada tetapi tidak hadir maka mereka leluasa berbuat jahat. 

Sedangkan orang beriman meyakini Tuhan hadir dimana pun ia berada, sehingga rasa hormat dan takut akan Tuhan menjagai sikap dan perilakunya. 

2. Orang beragama adalah orang yang merasa dirinya paling suci dan paling benar. 

Orang beriman melihat semua orang adalah setara. Semuanya memiliki kelemahan dan kelebihan. 

3. orang yang beragama mudah melihat perbedaan dan sensitive terhadap perbedaan tersebut. 

Orang beriman adalah orang yang mudah melihat persamaan, mau menerima perbedaan dan mau mendengarkan orang lain. 

4. Orang beragama adalah orang yang hanya mementingkan symbol-symbol agama dan ritual saja. 

Orang beriman adalah orang yang menyembunyikan ibadahnya dari orang lain, dan mempraktekkan imannya dimanapun dan kapanpun. 

5. orang beragama adalah orang yang baik dalam urusan ibadah saja. 

Orang beriman adalah orang baik dalam semua urusan sebagai ibadah. 

CATATAN PENTING: 

Jangan dipakai untuk melihat orang lain. Beranilah melihat diri sendiri. Termasuk yang manakah: Beriman atau Beragama? 

SEMOGA BERMANFAAAT 





DOA TAK TERJAWAB TAK SELAMANYA BERARTI AZAB

Nats: Mazmur 63:4 





Orang Kristen berdoa dan dijawab Tuhan adalah hal biasa. Sebab memang itulah janji Tuhan (Matius 7:7). Tetapi banyak orang berpendapat bahwa doa yang tidak dikabulkan dianggap orang yang berdoa itu berdosa bahkan dikutuk Tuhan, dst. (Baca: Yesaya 1:15-17). 


Tahukah anda bahwa doa yang tidak terjawab tidak selamanya karena dosa atau kutukan. Tidak jarang doa yang tidak terjawab adalah berkat yang besar. Berikut ini contohnya: 

1. ELIA (1Raja-raja 19:4) 

Elia berdoa meminta Tuhan mencabut nyawanya, tetapi Tuhan tidak pernah mengabulkan permintaannya itu. Sebab Elia tidak mati tetapi diangkat Tuhan dengan kereta berapi. 

Elia berdoa semacam itu karena putus asa. Orang yang putus asa terkadang doanya “ngaco”. Kalau doa semacam itu dikabulkan, apa yang terjadi? 

Jujur tekadang kita sendiri tidak paham dengan apa yang kita minta kepada Tuhan. Karena itu berhentilah mengatur Tuhan. Biarkan Tuhan saja yang berdaulat sepenuhnya, termasuk tidak mengabulkan doa anda. 

Tuhan tidak mengabulkan karena Tuhan rencana besar yang melampaui konsep pemikiran Elia (1Raja-raja 19:13-18). 

2. RASUL PAULUS (2Korintus 12:7-10) 

Rasul Paulus berdoa sampai 3(tiga) kali, tetapi Tuhan tidak mengabulkan doanya. Bayangkan orang sekelas Paulus, ternyata ada doanya yang tidak dikabulkan Tuhan. 

Dalam keadaan semacam itu Paulus memberanikan diri untuk memeriksa diri. Ia menemukan alasan mengapa Tuhan tidak mengabulkan? Ia seorang yang sangat rentan dengan kesombongan. Itulah Tuhan ijinkan penyakit yang diibaratkan sebagai “Iblis yang menggocoh” itu tidak pernah pergi. 

Pernahkah anda menghitung kasih karunia Tuhan yang dilimpahkan kepada anda? Sadarkah, jika tidak berhati-hati, kasih karunia itu berubah menjadi kebanggaan yang menjerat anda? 

Tuhan kenal persis, siap sesungguhnya diri kita. Itulah sebabnya Tuhan tidak menginginkan orang yang dikasihinya jatuh binasa dalam kecongkakan yang sia-sia. 

3. YESUS KRISTUS (Matius 26:39) 

Yesus secara manusia berdoa meminta agar cawan penderitaan itu berlalu, tetapi bukan karena kehendaknya sendiri, melainkan karena kehendak Bapa. Doa Yesus ii tidak pernah terkabulkan. Sebab Allah Bapa menginginkan Yesus tinggal dalam ketaatan yang sempurna. Hasilnya? Yesus layak ditinggikan. NamaNya adalah nama diatas segala nama. Baca: Filipi 2:9-11. Amin 


Oleh: Pdt. Edi Zakaria 




ANCAMAN TERBESAR DALAM PEMBERITAAN INJIL




Hari-hari ini adalah hari yang menggairahkan untuk memberitakan Injil. Sebab kemajuan tehnologi yang dahsyat ternyata tidak bisa membuat manusia berbahagia dan menemukan arti hidupnya. Justeru dengan tehnologi yang canggih mendapati batinnya hampa, kosong tak bermakna. 

Tehnologi mendorong manusia untuk “mengakui” dirinya tidak sehebat mesin, bahkan dirinya tidak sepenting mesin yang bertehnologi. 

Terlebih dengan merebaknya penggunaan gadget (atau dalam bahasa Indonesia baku disebut gawai) membuat banyak manusia bersikap asocial terhadap sesamanya. Gawai telah merampas keakraban, keintiman dan kemesraan dengan orang yang dekat lalu dihibahkan begitu saja kepada mereka yang jauh nun di “sono”. 

Begitu nyatanya “dunia maya” sampai manusia lupa bahwa dunia maya adalah dunia maya dan bukan dunia nyata. 

Ancaman terbesar dalam penginjilan di masa kini bukan lagi aniaya, intimidasi dan mobokrasi. Semua hal itu sudah dapat ditangani oleh hukum dan penegakkan HAM. Ancaman terbesar penginjilan justeru bukan dari luar, tetapi justeru dari dalam yaitu dari orang-orang yang mengaku percaya Yesus tetapi hidupnya tidak selaras dengan Injil Yesus Kristus. 

Meja Gembala 


PANGGUNG VS MEZBAH



Dalam kita melayani Tuhan selalu akan ada 2 (dua) sisi kecenderungan yang akan muncul, yaitu apakah sebagai panggung, atau sebuah mezbah? 

Panggung membuat kita menuntut, tapi mezbah membuat kita rela meletakkan. 

Panggung membuat kita menghirup pujian dan sanjungan, tetapi mezbah sunyi dari pujian dan penghargaan. 

Panggung mengerjakan sesuatu yang sesaat lalu hilang, tetapi mezbah mengerjakan kekekalan. 

Panggung selalu mendorong untuk berebut yang paling utama, tetapi mezbah membuat kita bersedia berada di paling bawah untuk diinjak agar saudara kita bisa naik. 

Panggung selalu menyediakan lampu sorot yang sangat terang, menyilaukan kemudian hilang lenyap tak berbekas, tetapi mezbah adalah suatu titik sinar kecil yang kian lama kian terang dan akhirnya menjadi suluh cemerlang. 

Panggung adalah ekspresi bahwa “aku bisa” dan “aku mampu” … tetapi mezbah adalah ekspresi “aku hanya hamba yang dimampu-kan”. 

Panggung seringkali membuat kita merasa aku adalah yang terutama dan terpenting, tetapi mezbah membuat kita tersungkur dan gemetar serta sadar bahwa kita bukan siapa-siapa. 

Panggung adalah bau kedagingan yang menyengat dan akan tetap tercium walau terbungkus aroma termahal sekalipun, namun mezbah adalah bau harum yang menetes dari kedagingan yang dipotong dan ditaruh di mezbah dengan linangan air mata. 

Semoga setiap kita yang melayani dapat menyadari hal ini sehingga pelayanan kita adalah pelayanan yang berkenan kepada Tuhan. 

Doa: 

Tuhan Yesus, selamat-kanlah aku dari melayani-Mu di atas panggung yang sangat mudah memalingkan diriku dari hadapan-Mu. Amin 

MEMERANGI KERAJAAN KEGELAPAN DENGAN PEMBERITAAN INJIL


Nats: Luk 10:17-20
Oleh: Pdt. Edi Zakaria




Para murid yang diutus Yesus kembali dan menceritakan kepada Yesus tentang apa yang terjadi ketika mereka memberitakan Injil yaitu Iblis dikalahkan. Dari sini kita tahu bahwa bersaksi dan memberitakan Injil adalah melakukan peperangan rohani secara riil.

Dalam perlengkapan senjata Allah memberitakan Injil diibaratkan sebagai kasut. Ini menjelaskan kepada kita bahwa bila orang percaya walaupun tampaknya sibuk melakukan kegiatan, namun jika itu tidak berkaitan dengan memberitakan Injil maka apa yang dilakukannya tidak ada guna atau tidak mendatangkan kemajuan apapun, alias kekristenannya tidak kemana-mana.

I. ORANG PERCAYA HARUS MEMBERITAKAN INJIL

Mengapa orang percaya harus memberitakan Injil?

1. TUHAN YESUS MEMERINTAHKAN (Matius 28:19-20; Markus 16:16-17)

Pesan Yesus terakhir sebelum Ia naik ke surga adalah berupa perintah untuk pergi memberitakan Injil.

2. CELAKA BILA TIDAK MEMBERITAKAN INJIL (1Korintus 9:16)

Paulus merasa dirinya hidup sia-sia bahkan celaka jika sudah diselamatkan namun tidak mau membagikan anugerah keselamatan kepada orang lain.

Demikian pula orang kristen, bila dirinya yakin sudah diselamatkan maka hatinya pasti berkobar-kobar untuk membagikan berkat keselamatan kepada semua orang.

3. SATU JIWA SELAMAT, SEISI SORGA BERSORAK-SORAI (Lukas 10:10)

Harga satu jiwa itu sangat mahal. Itulah sebabnya ada sukacita yang tidak terhingga bila kita memberitakan Injil dan ada jiwa yang diselamatkan.

4. BANYAK JIWA MENUNGGU PEMBERITA INJIL (Roma 10:14-15)

Kedatangan anda ditunggu oleh jiwa-jiwa yang berdosa dan rindu diselamatkan. Kedatangan anda dengan membawa berita Injil menentukan nasib mereka. Milikilah hati penuh belas kasihan.

II. APA ITU MEMBERITAKAN INJIL?

1. ME-NYATAKAN       YESUS KE-PADA ORANG LAIN (Yohanes 4:42)

Orang mungkin tidak bisa melihat Yesus secara langsung, tetapi semua orang melihat diri kita. Jika Yesus hidup di dalam hidup kita maka orang pasti bisa mengenal Yesus melalui kehidupan kita yang serupa dengan Dia.

2. MENGHADIRKAN YESUS DALAM KEHIDUPAN

 Jika kita sudah menerima Yesus dalam hati, maka Yesus selalu hadir dalam hidup kita. Namun ada “satu waktu” yang khusus dimana kehadiran Yesus sangatn nyata. Ceritakanlah itu.

3. MENCERITAKAN KEBAIKAN TUHAN YESUS.

Kebaikan Tuhan Yesus terbesar adalah Dia mengampuni dosa kita, dan oleh darahNya Ia membenarkan kita. KebangkitanNya memastikan bahwa kita akan hidup kekal bersama Yesus.

III. JANGAN TAKUT MEMBERITAKAN INJIL

1. TUHAN ME-NYERTAI PEMBERITA INJIL (Matius 28:20)

Dalam kehadiranNya Tuhan Yesus pasti melakukan sesuatu. Dia pasti menolong kita untuk bisa melakukan kehendakNya.

2. KETAKUTAN ITU HANYA DI PIKIRAN

Rasa takut seringkali muncul saat kita bersaksi. Kita harus tahu bahwa dalam kita memberitakan Injil itu berarti kita memerangi Iblis. Karena itu Iblis sering mengintimidasi kita.

3. YANG HARUS DIWASPADAI JUSTERU ORANG KRISTEN TANPA INJIL

Kita tidak perlu takut terhadap apapun yang seakan-akan menekan kita untuk tidak memberitakan Injil. Yang harus kita waspadai justeru orang Kristen yang hidupnya tidak sesuai dengan kebenaran Injil. Mereka sering menjadi batu sandungan yang mematikan kehidupan rohani. Amin