LCD Text Generator at TextSpace.net

YESUS KRISTUS ADALAH GAMBAR ALLAH YANG TIDAK KELIHATAN

Kolose 1:15

Oleh: Pdt. Edi Zakaria



PENGALAMANKU
Pada waktu masih kecil aku sempat berpikir demikian:
         Jika Tuhan Yesus ada di Yerusalem, lalu apakah surga kosong?
         Kalau surga tidak kosong, apakah ada Pribadi Allah yang lain di sana?
         Kalau ada Pribadi Allah yang lain, bagaimana dengan pernyataan Alkitab yang menyatakan bahwa Tuhan itu Esa? (Ulangan 6:4-9; Mazmur 136:4, dll.)
Setelah aku memahami Alkitab, aku sempat terkejut, PADAHAL…

1.              Terminologi Trinitas/ Tri Tunggal itu bukan istilah dalam Alkitab.
Juga dalam Alkitab TIDAK ADA istilah:
          - Allah anak, Allah Roh Kudus
          - Pribadi Allah pertama, kedua dan ke   tiga, sebab Yesus adalah Alfa dan Omega.
          - Tiga Pribadi. Sebab Alkitab dengan tegas mengatakan Allah itu ESA.

2.   Konsep Trinitas/ Tri Tunggal itu tidak ada dalam Alkitab.
          Sampai hari ini aku tidak menemukan satu ayatpun yang eksplisit menyebutkan bahwa Tuhan itu 3 (tiga) Pribadi. Hal ini bertolak belakang dengan apa yang tertulis tentang Pribadi Allah itu hanya Esa atau satu (Ulangan 6:4; Maleakhi 2:15; Markus 12:29; 12:32; Yohanes 5:44; 1Timotius 1:17; 2:5; Yudas 1:25; Yesaya 44:24; 45:5-6, 14, 18, 21, 22; 46:9; Yoel 2:27;  Mazmur 136:4; Ulangan 4:35; 4:39; 1Samuel 2:2).
Begitu pula, hal ini berbeda dengan istilah “Inkarnasi”. Dalam Alkitab istilah “inkarnasi” itu tidak ada, tetapi secara konsep sangat melimpah bukti-bukti dalam Alkitab.

3.   Konsili Gereja I di Yerusalem tidak membahas Trinitas, tetapi tentang keselamatan bagi bangsa kafir (Kisah Para Rasul 11).
          Jika konsep doktrin Trinitas itu penting dan utama, tentu konsili I di Yerusalem akan membahas hal tersebut.           Doktrin Trinitas muncul justeru setelah para rasul sudah tiada.


BAGAIMANA YESUS KRISTUS BISA DISEBUT GAMBAR ALLAH YANG TIDAK KELIHATAN, YANG SULUNG DAN LEBIH UTAMA DARI SEGALA YANG DICIPTAKAN?

Sebelum kita mendapat jawaban atas pertanyaan tersebut, mari kita memahami beberapa hal yang lebih penting dan utama berikut ini:

1. ALLAH DAN FIRMAN   (Yohanes 1:1)

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Yohanes 1:1)

Mari kita telaah ayat tersebut diatas!

APAKAH FIRMAN ITU?
         Firman (Logos) ~ penyataan Allah, baik yang diungkapkan maupun tidak diungkapkan.

KAPAN FIRMAN ITU ADA?
         Firman (Penyataan Allah) ~ sudah ada sejak Allah ada. (PADAMULANYA).

KAPANKAH FIRMAN ITU BERSAMA-SAMA DENGAN ALLAH?
         Firman (Penyataan Allah) ~ selalu ada dimana pun Allah ada, karena itu penyataan Allah itu bersama-sama dengan Allah. (FIRMAN ITU BERSAMA-SAMA DENGAN ALLAH)

SIAPAKAH FIRMAN ITU?
         Firman (Penyataan Allah) ~ menyatakan DIRI Allah sendiri, yaitu menyatakan DIRI Allah yang berfirman tadi. Pada hakekatnya penyataan Allah adalah Allah sendiri. Allah dan penyataan diriNya tidak mungkin dipisahkan.
          (DAN FIRMAN ITU ADALAH ALLAH)

JADI……..!!!!!!!
         Allah dan Firman itu SATU PRIBADI.
         Allah yang Roh adanya, yang tak nampak, yang tak berwujud dinyatakan keberadaanNya oleh Sang Firman (Logos, yaitu penyataan Allah baik yang diungkapkan maupun tidak diungkapkan)
         Allah dan Firman itu SATU PRIBADI.
         Allah yang Roh adanya, yang tak nampak, yang tak berwujud dinyatakan keberadaanNya oleh Sang Firman (Logos, yaitu penyataan Allah baik yang diungkapkan maupun tidak diungkapkan)

2. FIRMAN ITU MENJADI MANUSIA (Yohanes 1:14)
         Allah yang Roh telah menyatakan DIRI dalam wujud manusia, namaNya…YESUS
         Jadi……. YESUS adalah GAMBAR ALLAH yang tidak kelihatan.
         Jadi……. YESUS adalah ALLAH dalam WUJUD yang KELIHATAN (Ibrani 1:1-3)
         Jadi……. YESUS adalah PRIBADI ALLAH SENDIRI.

3. SELURUH KEPENUHAN ALLAH BERKENAN DIAM DI DALAM YESUS (Kolose 1:19)
         Ada beberapa pertanyaan harus kita ajukan pada Kolose 1:19, yaitu:
       Berapa banyak kepenuhan Allah yang berkenan diam di dalam Tuhan Yesus? (Seluruh kepenuhan Allah berdiam di dalam Yesus).
       Mana yang benar? Apakah seluruh kepenuhan Allah yang berdiam di dalam Yesus, ataukah Yesus yang berdiam di dalam kepenuhan Allah?
                   (Seluruh kepenuhan Allah yang tinggal di dalam Yesus).
       Seluruh kepenuhan Allah itu berdiam di dalam berapa Pribadi?
                   (Satu Pribadi, yaitu Tuhan Yesus Kristus).

Jika, seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Tuhan Yesus (ay. 19), berarti:

         Kalau mencari Allah Bapa, ketemunya siapa?   Y E S U S!
         Kalau mencari Anak Allah, ketemunya siapa?    Y E S U S!
         Kalau mencari Roh Kudus, ketemunya siapa?   Y E S U S!
         Kalau begitu, Pribadi Allah itu berapa?     S A T U

4. MISTERI TERBESAR TENTANG ALLAH
         Bukan pada masalah jumlah PribadiNya.
          “Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, yang membentuk engkau sejak dari kandungan; "Akulah TUHAN, yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri membentangkan langit, yang menghamparkan bumi--siapakah yang mendampingi Aku?”
(Yesaya 44:24)
         Misteri terbesar tentang Allah terletak pada INKARNASI KRISTUS.
          “Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.”
(1 Timotius 3:16).

JADI….?
         Pribadi Allah itu hanya SATU.
         Allah Bapa, Anak Allah dan Roh Kudus itu hanyalah peranan Allah.

“Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya”  (Zakharia 14:9).

CONTOH KASUS
         Jika Allah Bapa, Anak Allah dan Roh Kudus “dipaksakan” sebagai 3(tiga) pribadi Allah, pertanyaannya:
       Sebagai apakah bayi yang lahir di Betlehem?
Kalau sebagai Anak Allah, mengapa Ia lahir dari Roh Kudus? (Matius 1:18, 20). Kalau sebagai Roh Kudus, mengapa Ia disebut sebagai Bapa yang kekal? (Yesaya 9:5). Kalau sebagai Allah Bapa, mengapa Ia disebut Anak Allah (Lukas 1:35)
Bukankah sudah SANGAT JELAS! dalam satu pribadi itu, yaitu YESUS, Dia disebut Allah Bapa, Anak Allah dan Roh Kudus?

5. UNTUK APA MENGERTI SEMUA INI?

A.   Untuk memberikan penyembahan kepada sasaran (obyek) penyembahan yang benar.



          SEBERAPA PENTING PENYEMBAHAN ITU?



·        PENYEMBAHAN ITU SANGAT PENTING:

                      a.            Kebahagiaan tertinggi manusia adalah memberikan penyembahan yang berkenan kepada Allah (Yohanes 4:24-25; Roma 12:1).

                    b.            Kita diubah menjadi serupa dengan apa yang kita sembah (Roma 8:29; 12:2).

                      c.            Memberikan penyembahan kepada sasaran (obyek) penyembahan yang salah adalah sebuah kesesatan.

PELAJARILAH DENGAN TELITI KEBENARAN ALKITAB



B.   Berhenti dari mengikuti filsafat dunia (Kolose 2:8a), dengan ciri-ciri (Roma 1:20-22):

a)     Menolak penyataan Allah/ firman Allah

b)    Berpusat pada manusia

c)     Tampilan bagus dan mengesankan tetapi sia-sia.

CARA BERPIKIR KRISTEN SELALU DIMULAI DARI APA YANG TELAH ALLAH LAKUKAN



C.   Keluarlah dari cengkeraman mistikisme (Kolose 2:8b, 9). Ciri-ciri:

a)     Suka mengekeramatkan hari-hari tertentu, orang-orang tertentu, benda-benda tertentu dan tempat-tempat tertentu.

b)    Nuansa takhayulnya sangat kuat.

c)     Menolak, menggeser iman orang Kristen untuk tidak lagi bergantung kepada kuasa dan keagungan Kristus.

KAGUMILAH KUASA KRISTUS



D.   Berhenti dari sikap legalistik (Kolose 2:10-12). Ciri-ciri:

a)     Bangga dan sombong terhadap kesalehan dan kebaikan-kebaikan yang dilakukannya.

b)    Suka menghakimi dan merendahkan orang lain.

c)     Suka menuntut orang lain.

HAYATILAH ANUGERAH ALLAH TERUS MENERUS



PENUTUP

         Milikilah pemahaman yang Alkitabiah tentang Tuhan Yesus agar tidak jatuh ke dalam ibadah, penyembahan dan gaya hidup yang sesat.

         Pemberian yang Allah nanti-nantikan dari kita adalah PENYEMBAHAN yang BENAR kepadaNYA.



Anda punya pertanyaan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar