LCD Text Generator at TextSpace.net

HANYUT




Salam sejahtera ….

Hanyut adalah suatu keadaan dilanda arus yang sangat deras dan tidak dapat bertahan.

Hanyut adalah suatu fakta atau bukti tentang ketiadaannya pegangan yang kokoh dan kuat.

Hanyut adalah ung-kapan tentang kalahnya pergumulan menghadapi situasi dan keadaan.

Dalam kehidupan ada banyak arus yang ingin menghanyutkan kehidupan iman orang percaya.

Bagi mereka yang imannya tidak memiliki akar dan pijakan yang kuat pada Firman Tuhan,  akan dengan mudah mengklaim dirinya sebagai korban dari suatu situasi dan keadaan.

Tetapi bagi mereka yang imanya memiliki akar dan pijakan yang kokoh kuat, arus yang deras tadi dianggapnya sebagai tantangan yang harus ditaklukan. Bagi orang semacam ini, hanyut bukanlah satu-satunya pilihan yang harus diputuskan. Masih ada pilihan lain yang lebih bagus,  lebih menantang,  lebih heroic, lebih menunjukkan existensi bahwa dirinya bukanlah “kacangan” yang mudah diper-mainkan oleh situasi dan konidisi.

Bagi orang kristen yang imannya kuat, adalah suatu pantangan mengklaim dirinya sebagai korban situasi dan keadaan.

Kehidupan Kristen yang hanyut adalah suatu aib yang menunjukkan pada dunia bahwa kekristenan yang dimilikinya sesungguhnya sangat cetek atau dangkal.

Orang Kristen yang tidak waspada bisa hanyut karena membiarkan akar-akar imannya tergerus  dengan nilai-nilai dunia.

Hari raya umat Kristen adalah hari raya natal, Jumat agung, paskah dan pentakosta. Sedangkan hari raya di luar itu bukanlah hari raya umat kristen. Boleh, bahkan harus untuk menunjukkan sikap tolerasi dan menghormati. Tetapi bukan berarti hanyut, lalu merasa dirinya sebagai “korban keadaan”. Apalagi sampai menghancurkan jati dirinya sendiri dengan menelantarkan hari penting untuk melakukan pertemuan ibadah yang berharga. Semoga hal ini tidak terulang. (Gembala)



MUTIARA KEKAYAAN HIDUP



Jadi saudara, kekayaan tidak senantiasa identik dengan dosa. Orang kaya yang tidak berdosa, banyak. Jadi ada orang kaya yang  berdosa tetapi ada juga yang tidak berdosa, karma yang menjadikan seseorang berdosa bukan karena kayanya, juga bukan karena uangnya, tetapi cinta akan uang dan kesombongan dibalik kekayaannya itu, yang menjadikan seseorang berdosa.
 (Pdt. Gilbert Lumoindong)




Izinkanlah Firman Tuhan menyegarkan Anda dan membentuk pikiran, perkataan dan aktivitas sehari-hari Anda.
(Joel Osteen)




Ayat– ayat Alkitab sangat bermanfaat bukan hanya bagi rohaniwan di awing-awing sana, tetapi juga bagi anak-anak Tuhan lainnya dalam kehidupan sehari-hari di bumi sini.
(Tjantana Jusaman)




Jiwa tidak dapat berbuat apa-apa tanpa Firman Tuhan, dan jiwa dapat bertahan tanpa apa pun kecuali Firman Tuhan.
(Martin Luther)




Jangan kita ikut-ikutan terpengaruh bacaan-bacaab dari berbagai buku yang banyak menjanjikan, yang justeru menyesatkan. Sepintas bacaan-bacaan itu mirip ajaran dalam Firman Tuhan, namun sesungguhnya lebih menonjolkan alam semesta dan kehebatan pengetahuan manusia, sehingga mengecilkan arti Tuhan sebagai pencipta alas am semesta beserta segala isinya. Jauh sebelumnya, Alkitab sudah katakan bahwa di akhir zaman ada banyak orang yang menyesatkan. Sesat dalam konteks ini artinya, “mirip”- tetapi tidak benar. Kemiripannya dengan Firman Tuhan terletak pada pemahaman; apa yang saudara pikirkan dan imani   (yakini) akan terjadi, hanya sampai di situ kemiripannya. Tetapi selanjutnya, makin lama akhirnya Tuhan tidak lagi dinyatakan—tidak ada, akhirnya Tuhan adalah diri kamu sendiri—waspadalah, ini adalah penyesatan.
 (Pdt.Gilbert Lumoindong)





WASPADA TERHADAP KETAMAKAN

Matius 19:16-22


Oleh Pdt. EdiZakaria, S.Th.

Orang muda yang kaya datang kepada Yesus. Dan ia memamerkan perbuatan-perbuatan keagamaannya yang saleh. Tetapi Yesus tahu persis dimana orang muda itu menaruh hatinya. Bukan kepada Allah tetapi kepada Mamon.

1. Hati harus menjadi tempat   Yesus bertahta, ay. 16-19

Hati adalah inti diri manusia (Amsal 17:3). Bahkan, hati adalah perbendaharaan hidup (Amsal 4:23). Begitu hatinya, begitu pula orangnya. Itulah sebabnya Tuhan menguji hati. Hati harus menjadi tempat Tuhan bertahta.

Semua perbuatan-perbuatan baik tidak akan menyenangkan hati Tuhan, jika perbuatan-perbuatan baik itu tidak dilakukan karena hati  mengasihi Tuhan. Jadi Tuhan harus menguasai hati kita, barulah kita bisa memper-Tuhankan Yesus secara benar.

2. Waspadalah, Mamon bisa menguasai hati, ay. 20-21

Banyak orang merasa kebahagiaan hidupnya ditentukan oleh jumlah keuangannya. Itulah sebabnya orang muda ini diperintahkan menjual hartanya. Karena Yesus tahu bahwa sesungguhnya Mamon yang menguasai hatinya.

Hanya orang yang memper-Tuhankan Yesus dengan benar yang bisa bebas dari tipuan Iblis ini.

Padahal Alkitab berkata:”Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawa-nya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” (Matius 16:26).

Lagi Tuhan Yesus menasehatkan: Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." (Lukas 12:15).

Kalau anda berpikir bahwa segala sesuatu bisa jalan asal ada duit, itu berarti hati kita sudah dikuasai oleh Mamon.

Tetapi orang yang memper-Tuhankan Yesus berkeyakinan bahwa jika Tuhan menghendaki maka segala sumber Tuhan sanggup membukakan pintu-pintu berkat. Dengan demikian langkah-langkah hidup kita tidak didikte oleh uang, tetapi oleh Tuhan Yesus.

Banyak orang merasa kelelahan dalam hidupnya karena mengejar kekayaan. Mereka berpikir bahwa kebahagia-an mereka ditentukan oleh jumlah uang yang dimiliki.

Rasul Paulus menasehatkan:Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.” (1 Timotius 6:9).

Apa kata Yakobus: “Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.” (Yakobus 3:16).

3. Inilah yang harus dikembangkan:

· Belajarlah mengaggumi tanpa harus memiliki.

· Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada (Filipi 4:11-13)

· Kembangkanlah sukacita dalam memberi.

· Pandai-pandailah mencari alasan untuk mengucap syukur kepada Tuhan. Amin







TOLERANSI BERAGAMA




Salam sejahtera…

Atmosfir hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 64 masih kita rasakan. Namun perjalanan NKRI selama 64 tahun dengan konsesus dasar “BHINEKA TUNGGAL IKA”, penerapannya masih jauh dari harapan pendiri bangsa.

Dalam “BHINEKA TUNGGAL IKA” tersebut bukan hanya memiliki arti harafiah yang dangkal yaitu “berbeda-beda tetapi satu jua”. Namun makna sesanti tersebut adalah sangat dalam, antara lain:

1. Setiap anak bangsa apapun latar belakangnya diterima dengan terbuka sebagai puta-putri Ibu Pertiwi tercinta. Yaitu sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar bangsa Indonesia.

2. Setiap anak bangsa memiliki hak dan kewajib-an yang sama. Tidak ada sikap/ perlakuan yang diskriminatif dalam semua tataran kehidupan.

3. Perbedaan yang ada tidak dipandang atau disikapi sebagai kelemah-an atau titik perpecahan. Tetapi sebaliknya setiap perbedaan yang ada dipandang dan disikapi sebagai kekayaan khazanah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Agama memiliki 2(dua) muka yang bertolak belakang yaitu: Pertama, menyatukan umat. Dan yang kedua, memisahkan umat. Itulah sebabnya agama  mengandung potensi konflik secara laten.

Dalam rangka mewujudkan cita-cita PROKLAMASI 1945, sudah saatnya meredefinisi makna toleransi beragama. Toleransi bergama bukan hanya sekedar “menghargai” orang yang beragama lain. Tetapi juga “memahami” orang yang beragama lain. Tujuan “memahami” tersebut adalah agar dapat memperlakukan mereka yang berbeda dengan kita secara tepat dan bermartabat. Sehingga penghargaan yang dilakukan adalah penghargaan yang tulus, tanpa rasa curiga. Dan dengan demikian masing-masing umat beragama berlomba-lomba untuk menjadi dewasa dalam hidup beragamanya. Ketika kedewasaan hidup beragama tercapai, maka potensi konflik dapat dicegah/ dilenyapkan.

Ingat! Kasih adalah mau memahami, sekalipun itu berbeda dengan diri kita.(Gembala)


DALANG TEROR YANG SESUNGGUHNYA


Shalom….

Bom meledak mengguncang  stabilitas negeri sejuta pulau, yaitu Indonesia. Pengeboman diduga dilakukan  dengan cara bunuh diri.

Kali ini meledaknya di Hotel Ritz Carlton dan Hotel J.W. Marriot.

Momentum yang dipilih para teroris adalah sesudah Pemilihan Langsung dan Umum (PEMILU)Presiden berlangsung. Juga menjelang digelarnya pertandingan sepak bola kesebelasan bergengsi “setan merah” alias          Manchester United.

Juga di Hotel yang dibom bakal diselenggarakan pertemuan 15 negara membahas pencucian uang.

Momentum itu dipilih sepertinya teroris menginginkan agar terror yang dilakukan-nya mendapat perhatian seluruh dunia.

Siapa sesungguhnya dalang terror itu?  Semua pengamat mulai menyebut nama-nama teroris. Ada Jemaah Islamiyah dengan pemimpinnya Nurdin M. Top, juga ada nama-nama lain yang disebut.

Diabollos yaitu Iblis disebut sebagai roh Pendakwa. Dialah biang terror sesungguhnya. Di mana pun ada terror, dia pasti terlibat. Bahkan dia sendiri otak dari semua terror yang ada. Dimana pun  dia ada selalu menyebarkan ketakutan dan terror.

Roma 8:15 berkata: ”Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"“

Rasul Paulus   mengingatkan bahwa orang percaya tidak menerima roh perbudakan yang pekerjaannya meneror. Tetapi kita menerima Roh Kudus yang menjadikan diri kita anak Allah. Roh yang memerdekakan kita, sehingga kita menikmati persekutuan tanpa dibayang-bayangi oleh ketakutan.

Seluruh anak bangsa kini sedang berduka dan berdoa (termasuk di dalamnya umat Kristen juga) agar bangsa Indonesia diberi ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini. Sekaligus agar aparat yang berwenang diberi hikmat dan pertolonganTuhan untuk menumpas tuntas masalah terorisme.

(Gembala)


HIDUP BERIMAN & HIDUP BENAR

Kejadian 15:1-21


Oleh: Pdt. Edi Zakaria, S.Th.



Setelah berperang membela Lot, hati Abram dipenuhi ketakutan.  Apalagi sampai usia yang cukup tua Abram belum mempunyai anak, Abram gamang menghadapi masa depannya.
Banyak orang dalam keadaan seperti itu seringkali melarikan diri pada hal-hal yang negatif dan destruktif (menghancurkan). Tetapi Abram memilih menggunakan hidup untuk beriman. Orang yang hidup beriman pasti hidup benar.

I. HIDUP BERIMAN (Kejadian 15:1-6)

Hidup beriman adalah hidup yang wajar. Yaitu:

1. Hidup berpegang Firman Tuhan (ay. 1)

Alkitab berkata: ”Kemudian datanglah Firman Tuhan...” Hidup beriman adalah hidup berpegang Firman Tuhan.

Hidup berpegang Firman Tuhan mendatangkan dampak yang luar biasa bagi kehidupan orang percaya, yaitu:

· Bebas dari rasa takut. Ini berarti Tuhan menjamin bahwa bangsa-bangsa di sekitar Abram tidak akan mengganggunya

· Hidup yang dijaga oleh Tuhan.

· Mendapat upah. Selalu ada bonus bagi orang yang hidup beriman, yaitu mahkota.

2. Hidup berserah (ay. 3-4)

Dalam keputus asaannya Abram menceritakan pergumulan hidupnya kepada Tuhan. Itu dilakukan sebagai bukti penyerahan hidupnya kepada Tuhan.

Jika anda berserah kepada Tuhan, anda tidak bisa menyimpan rahasia hati anda kepada Tuhan. Tuhan senang mendengar cerita pergumulan hidup anda. Ia selalu punya waktu buat anda. Hidup beriman berarti hidup dalam penyerahan total kepada Yesus.

3. Hidup berpeng-harapan (ay. 5)

Tuhan mau agar Abram bisa melihat masa depan yang direncanakan Tuhan baginya. Dan Tuhan menggambarkan jumlah keturunan Abram seperti bintang di langit.
Ilustrasi jumlah bintang ini penting, agar Abram mempunyai gambaran yang jelas dan gamblang tentang jumlah keturunannya. Sebab apa yang dilihat, itu yang didapat.

 4. Hidup dibenarkan oleh Allah (ay. 6)

Hidup beriman mendatangkan pem-benaran yang dari  Allah. Pembenaran yang dimaksud adalah penyataan Allah bahwa orang tersebut benar. Karena itu iman yang benar pasti akan menghasilkan hidup yang benar.

II. HIDUP BENAR (Kejadian 15:7-21)

Seperti apakah hidup benar itu?

1. Hidup sesuai panggilan Tuhan (ay. 7-11)

Akulah Tuhan yang membawa Engkau keluar dari Ur-Kasdim...”  Jika bukan Tuhan yang memanggil, mustahil Abram bisa keluar dari Ur-Kasdim.
Hidup benar adalah hidup sesuai panggilan Tuhan (Efesus 1:18; 4:1).

2. Hidup dalam anugerah Tuhan (ay. 12-16)

Tertidurnya Abram menjadi gambaran gagalnya anak-anak terang berjalan dalam kegelapan. Sekaligus gambaran masa depan yang jauh dari Abram dan keturunannya.

Ada perbedaan yang menyolok antara keturunan  Abram dan bangsa Kanaan. Yang satu diberkati, yang lain dibawah kutuk.

Hidup benar adalah hidup yang menghargai anugerah Tuhan.

3. Hidup berjalan dalam perjanjian Tuhan (ay. 17-21)

Hidup benar adalah hidup yang selalu berpegang perjanjian Tuhan.

Amin