KASIH YANG MEMULIAKAN KEHIDUPAN


Nats: Lukas 10:25-37 


Oleh: Pdt. Edi Zakaria



Tehnologi membuat hidup menjadi mudah. Seni membuat hidup menjadi indah. Teapi apakah yang bisa membuat hidup itu menjadi bernilai mulia dan kekalmulia? 

1. Kasih membuat hidup menjadi mulia (ay. 25-27) 

Ahli Taurat mencobai Tuhan Yesus menanyakan bagaimana cara memperoleh hidup yang kekal? Ketika Yesus menanyakan isi Taurat, ahli Taurat itu menyampaikan pendapatnya yaitu kasih. 

Jadi kasihlah yang membuat hidup di dunia yang fana ini bisa memiliki kehidupan yang kekal dan mulia. Tidak peduli sekecil apapun yang kita lakukan, asal semua itu kita lakukan karena dorongan kasih. Maka hal yang kecil tersebut mendapatkan makna dan nilainya dalam kemuliaan yang kekal. 

Tidak peduli sehebat apapun yang kita bisa lakukan, tetapi jika dasar, pendorong dan tujuannya bukan karena kasih maka semua yang dilakukan menjadi hampa dan sia-sia. 

2. Kasih membuat kita mengenal Allah, sesama dan diri sendiri (ay. 28-29) 

Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Dosa telah merusak gambar tersebut. Akibatnya manusia hubungannya terputus dengan Allah yang kasih itu sendiri. Itulah sebabnya manusia membutuhkan Yesus Kristus untuk mengatasi dosa. 

Ketika dosa manusia ditebus oleh Yesus maka manusia memiliki persekutuan dengan Allah. Dan orang yang mengenal Allah akan dituntun mengenal dirinya sendiri. Dan orang yang mengenal dirinya sendiri akan mengenal sesamanya. Itulah sebabnya kasih (yaitu Allah sendiri) menolong manusia mengenal dirinya sendiri agar mampu mengasihi sesamanya. Maka hidup manusia menjadi mulia. 

3. Kasih membuat hidup tanpa membeda-bedakan (ay. 30-35) 

Orang bisa beragama, bahkan saleh. Tetapi jika tidak memiliki kasih maka ia tidak akan memiliki kepedulian kepada mereka yang dianggap “tidak selevel”. 

Tanpa kasih, hidup hanya menjadi kumpulan tindakan-tindakan transaksional yang berpijak pada untung rugi belaka. 

Hidup yang berjalan berdasarkan transaksi adalah hidup yang kehilangan kemuliaan. Hidup semcam itu adalah hidup yang dikendalikan oleh keakuan. 

Padahal Allah mengaruniakan udara yang segar, matahari yang cerah, langit yang membiru tanpa manusia harus membelinya. 

Karena itu hidup diskriminatif adalah hidup tanpa kemuliaan. 

4. Hidup yang mulia adalah hidup dengan kasih yang dipraktekkan (ay. 36-37) 

Kasih yang hanya diucapkan, itu bukan kasih. Kasih yang hanya dipikirkan saja, itu bukan kasih. Kasih adalah apa yang diputuskan dan dilakukan dengan sepenuh hati. Amin 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar