LCD Text Generator at TextSpace.net

IMAN SEORANG ANAK

Yohanes 6:9

I.                   IMAN ORANG DEWASA

Banyak orang dewasa meremehkan anak kecil. Padahal Tuhan Yesus memerintahkan kita untuk belajar kepada anak kecil (Matius 18:3-4). Seringkali anak-anak menjadi contoh yang cukup unik dalam hal iman yang diwujudkan dalam pertobatan dan kerendahan hati. Banyak orang dewasa gagal beriman karena:

a.      Merasa diri hebat (Yohanes 6:7)

Merasa sanggup melakukan segala sesuatu telah membuat banyak orang merasa tidak butuh Tuhan. Kalau sudah dirasa tidak dibutuhkan, maka orang tidak perlu beriman. Inilah kegagalan banyak orang dewasa dalam beriman.

b.      Sulit untuk kagum dan terkesan (Yohanes 6:9)

Beriman diawali dari rasa hormat dan kagum tentang keberadaan Tuhan. Banyak manusia dewasa merasa bias menanggung segalanya sehingga tidak ada lagi rasa kagum dan terkesan akan keberadaan Tuhan.

II.                IMAN ANAK KECIL

Jika anda rindu hidupmu dipenuhi dengan mujizat dan keajaiban pertolongan Tuhan, anda harus memiliki iman. Iman yang dimaksud bukanlah hal yang muluk-muluk, tetapi justeru sebaliknya hal yang sangat sederhana. Begitu sederhananya tidak jarang orang justeru mengalami kesulitan.

Tuhan Yesus melakukan mujizat bukan semata-mata memperhatikan kebutuhan orang banyak, tetapi Tuhan Yesus juga menghormati iman anak kecil yang menyerahkan bekalnya untuk dibagikan. Inilah iman yang ditunjukkan anak kecil saat peristiwa Tuhan Yesus melakukan mujizat memberi makan kepada 5.000 orang hanya dengan 5 roti dan 2 ekor ikan.

a.      Memiliki kepekaan

Banyak orang memiliki kepekaan, tetapi sanyangnya hanya peka terhadap kebutuhannya sendiri. Tetapi bocah kecil ini peka terhadap isi hati Yesus. Isi hati hati Yesus adalah peduli kepada kebutuhan orang banyak.
Jika anda mempunyai kepekaan terhadap isi hati Yesus, maka bukan anda yang mengejar mujizat, tetapi mujizat yang mencari anda. Jika anda memiliki isi hati Yesus maka anda akan dengan senang hati melayani kebutuhan jiwa-jiwa dengan apa yang ada pada diri anda.

b.      Berkorban

Anak kecil biasanya sulit sekali memberikan apa yang disukainya. Tetapi dalam Yohanes 6:9, anak kecil itu memberikan bekalnya demi memenuhi kerinduan hati Yesus.
Berkorban itu bukan sekedar memberi. Tetapi inti berkorban adalah memberikan DIRI SENDIRI. Berkorban adalah mengalami kesulitan dengan ikhlas akibat dari keputusannya untuk memberi.

c.       Menabur benih

Anak dalam kisah 5 roti 2 ikan telah menjadikan dirinya dan apa yang dimilikinya sebagai benih berkat yang akan memberkati ribuan orang.
Banyak orang rindu menjadi berkat tetapi menunggu nanti kalau sudah berkelimpahan, sudah mapan dan bla…bla…bla… Jika anda rindu menjadi berkat, rindu melihat mujizat dan kemuliaan Tuhan dinyatakan adalah sekarang. Ya, sekarang! Ya, dengan apa yang ada, yang anda punya sekarang.

Ingatlah! Mujizat 5 roti 2 ikan terjadi berawal dari iman yang tulus dari seorang anak, yang tidak terkenal bahkan tidak ditulis dalam Alkitab. Tetapi fakta bahwa mujizat 5.000 laki-laki dikenyangkan oleh perbuatan iman seorang anak. Amin



Tidak ada komentar:

Posting Komentar