LCD Text Generator at TextSpace.net

IMAN MEMBERI KEKUATAN

Roma 4:19-22





Abraham sebenarnya orang yang lemah:

· Ia “setengah berdusta” karena bimbang (Kejadian 12:12-13)

· Ia tunduk kepada isteri karena bimbang (Kejadian 12:12-13)

· Ia sempat mengeluh karena bimbang (Kejadian 15:2-3)

Tetapi yang unik karena imannya, Tuhan menjadikan Abraham sebagai bapa sejumlah besar bangsa yang menjadi berkat bagi dunia.

I. CARA ABRAHAM PERCAYA

1. ABRAHAM MENDENGAR FIRMAN,PERCAYA, DAN BERTINDAK (Kisah Para Rasul 7:2-3)

Keluar dari kampung halaman dan meninggalkan keluarganya adalah suatu keputusan besar yang sulit. Tetapi karena ia mendengar Firman Tuhan, ia percaya dan taat.

Jadi, Abraham  mendengar Firman Tuhan, lalu percaya dan segera bertindak. Itulah cara Abram menanggapi Firman Tuhan.

2. ABRAHAM TIDAK MAU TINGGAL DALAM KEBIMBANGAN (Roma 4:20)

Terus terang harus diakui bahwa Abraham pernah bimbang. Tetapi ia tidak mau terus menerus tinggal di dalam kebimbangan. Ia berani mengoreksi dirinya sendiri. Ia peka terhadap kemauan Tuhan.

Anda bimbang? Itu wajar. Yang tidak wajar adalah bila anda membiarkan kebimbangan menguasai hidup anda.

II. IMAN MEMBERI KEKUATAN (Roma 4:20-22)

1. SAAT BOSAN (KEJADIAN 15:1-6)

Menunggu penggenapan janji Allah bias menjadi saat yang membosankan. Tetapi iman yang hidup memberi kekuatan untuk bersabar menunggu penggenapan janji itu. Bila rasa bosan menyerang, ia arahkan ingatannya kepada janji Tuhan.

2. SAAT MATI (Roma 4:20-25; Kejadian 21:1-2; Roma 4:17)

Abram yang mengandalkan kekuatannya sendiri hanya menghasilkan Ismael pada “akhirnya mati”.  Sebab Ishak diperolehnya saat  ia mati pucuk, dan Sarai sudah mati haid. Iman yang membangkitkan Abram menjadi Abraham, dan Sarai menjadi Sara. Ishak adalah bukti bahwa iman kepada Allah yang membangkitkan Abram dan Sarai yang “mati”.

3. SAAT TERLUKA (Kejadian 21:10-12)

Abraham sangat terluka ketika Sara meminta Abraham mengusir Hagar. Tetapi iman memberinya kekuatan untuk tetap setia kepada Tuhan.

Banyak orang Kristen tidak tahan berdiri di atas kebenaran tatkala hatinya terluka. Tetapi jika kebenaran firman Tuhan itu engkau yakini dan menjadi iman, maka imanmu akan memberi kekuatan kepadamu.

3. SAAT MENGHADAPI UJIAN (Kejadian 22:1-12)

Terkadang kehidupan membawa kita kepada kenyataan yang sulit untuk diterima oleh akal budi. Dan saat yang tersulit adalah ketika berjuta pertanyaan menggelayuti alam pikiran, dan kita tidak menemukan jawabannya. Apa yang membuat kita sanggup dan kuat menerima dengan hati yang tabah? Itu pasti karena iman yang memberi kekuatan.(Roma 4:18). Iman meyakinkan setiap orang bahwa Allah berkuasa melaksanakan apa yang Ia janjikan (Roma 4:21). Amin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar