MEMPERSIAPKAN DIRI MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN YESUS YANG KE DUA KALINYA

Nats: Matius  25:1-13

Oleh: Pdt. Edi Zakaria



MEMAHAMI PERUMPAMAAN

Tuhan Yesus membahas akhir zaman dengan menggunakan perumpamaan 10 gadis sahabat mempelai perempuan yang ditugaskan untuk memberi penyambutan bagi kedatangan mempelai laki-laki. Hal itu lazim dilakukan zaman dulu di Israel.

Kedatangan mempelai laki-laki dilakukan pada waktu malam, karena itu masalah pelita itu masalah serius. Para gadis penyambut mempelai laki-laki wajib memegang pelita.

Ternyata kedatangan mempelai laki-laki tidak sesuai perkiraan "panitia" penyambutan. Sebagai akibatnya terjadi kejenuhan, mengantuk dan tertidur. Semua gadis mengalami itu hal-hal di atas. Tidak seorangpun yang luput.

Yang unik melalui perumpamaan ini Tuhan Yesus menggunakan diksi "bodoh" dan "bijaksana" hanya didasarkan pada persediaan minyak dalam buli-buli, disertai penekanan pesan: "Matius 25:13 (TB)  Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

Dan ketidak siapan untuk berjaga-jaga dikomentari dengan narasi:

"Matius 25:12 (TB)  Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu."

Narasi di atas sepertinya memiliki bobot yang sama kerasnya dengan:

"Matius 7:23 (TB)  Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Jadi, maksud Tuhan Yesus dengan perumpamaan ini ialah:

1. Kedatangan Tuhan Yesus yang ke dua kalinya itu tidak bisa diduga.

2. Yang bisa menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua hanyalah orang yang fokus menggunakan hidupnya HANYA untuk menyambut kedatanganNya. Fokus dan tidaknya ini nampak pada apa yang dilakukannya. Hal inilah yang mendatangkan label "bodoh" ataukah "bijaksana".

3. Ketidak siapan untuk menyambut kedatangan Yesus yang kedua kalinya pasti hanya menimbulkan kepanikan yang luar biasa dan penyesalan yang hebat.

4. Soal capek, ngantuk dan tidur, semua orang mengalami. Sama seperti membicarakan kelemahan, kesalahan bahkan kegagalan semua orang memiliki dan mengalami. Tetapi orang yang fokus menanti kedatangan Yesus tahu bagaimana menyikapi. Dia mengantisipasi dirinya secara mandiri. Tetapi yang tidak fokus menyambut kedatanganNya selalu bergantung kepada orang lain.


PENERAPAN

1. Apa yang kita harus kita lakukan untuk menyambut kedatangan Yesus itu jauh lebih penting dari pada sibuk mencari tahu kapan Yesus akan datang. 

Jadi jangan hanya sibuk meramal kedatangan Yesus dengan menggunakan Alkitab, tetapi abai menata hidup untuk siap bertemu Yesus.

Bagaimana cara bersiap menyambut kedatangan Yesus?

Lakukan perintah agung dan amanat agung Tuhan Yesus yaitu:

Matius 22:37-40 (TB)

37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 

38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.

39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."


Matius 28:18-20 (TB)

18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Hal ini selaras dengan peringatan Tuhan Yesus pada perikop sebelumnya:

Matius 24:12-14 (TB)

12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

13 Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."

Lakukanlah semua itu dengan sikap hati yang benar:

Kolose 3:23 (TB)  Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.


2. Fokus menggunakan hidup untuk menyambut kedatangan Tuhan itu membuat kita bijaksana dalam menggunakan hidup kita. 

Peduli atau tidak, kedatangan Tuhan Yesus pasti terjadi. Tetapi bila kita peduli maka pasti kita tidak sembrono menggunakan hidup. Dan itu membuat setiap menit dalam hidup kita menjadi sangat bermakna dan berarti. 

Tanpa bersiap dan menanti kedatangan Yesus maka kita akan kehilangan tujuan, arti dan makna hidup kita. Karena itu jangan hidup bodoh, yaitu hidup yang mengabaikan kedatangan Yesus yang ke dua kalinya.


3. Orang yang siap menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang ke dua kalinya akan membuat kita siap menghadapi kenyataan hidup yang ada. 

Sama seperti Rasul Paulus katakan:

Filipi 1:21-24 (TB)

21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. 

22 Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.

23 Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus — itu memang jauh lebih baik;

24 tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. 

Namun orang yang tidak fokus mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Yesus yang kedua kalinya akan hidup diombang-ambingkan oleh berbagai hal dalam dunia. Puncaknya adalah hidup yang berakhir pada penyesalan abadi.


4. Fokus pada kedatangan Kristus

Soal kelemahan, kekurangan dan kesalahan semua orang memiliki. Tetapi orang yang fokus menyambut kedatangan Yesus yang kedua kalinya pasti mampu mandiri untuk bangkit mengatasi semua itu. Ia tidak kehabisan "minyak" untuk untuk terus berpendar semangat dan gairah hidupnya untuk bangkit, membangun diri guna mengatasi semua itu. Sehingga saat Yesus datang ia sudah siap menyambut mempelai lelaki surgawi dengan tanpa cacat, tanpa cela dan kerut dan siap masuk dalam kesukaan yang tidak terbayangkan dalam pesta Perjamuan kawin Anak Domba.

Hal ini bertolak belakang dengan mereka yang tidak fokus, mereka pasti tidak berjaga-jaga. Mereka juga pasti belum pernah selesai mengatasi kelemahan, kekurangan dan kesalahan. Sebab mereka mengandalkan orang lain untuk membantunya. Mereka akan jatuh bangun di situ-situ juga. Sampai-sampai Yesus berkata:  "Aku tidak mengenal kamu."

Sebab kenyataannya para gadis bodoh itu hanya asyik dengan dirinya sendiri, meskipun tampaknya seperti turut menanti kedatangan mempelai surgawi. Pada hal is asyiiik dengan kemalasan dan zona nyaman yang tidak pernah mau ditinggalkannya.

Amin


Madiun, Juli 2020.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar