PENJELASAN DOKTRINAL SINODE GPSDI TERHADAP VAKSIN COVID19

 

 


Nomor           : 01/ KIPD-GPSDI/VIII/2021

 

Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Dengan maraknya isu tentang pemberian vaksin yang dikaitkan dengan pengajaran eskatologi, antara lain didapat penjelasan:

1.    Adanya persangkaan bahwa pandemi Covid19 merupakan peristiwa rekayasa dengan berdasarkan teori konspirasi.

2.    Adanya data historis bahwa pandemi telah pernah melanda dunia beberapa kali, antara lain cacar, tubercolosis, pes, polio, difteri, dan lain-lain. Dan terbukti secara empiris klinis bahwa pandemi dapat dikendalikan melalui vaksinasi sehingga terjadi herd immunity (kekebalan yang merata).

3.    Adanya persangkaan bahwa vaksin Covid19 mengandung MrNA yang bisa merusak DNA.

4.    Adanya persangkaan bahwa vaksin mengandung robot nano yang dapat digunakan untuk mengendalikan manusia yang divaksin secara remotable.

Akibat maraknya informasi di atas mendatangkan kebingungan dan kebimbangan untuk mendukung langkah pemerintah untuk menyelenggarakan vaksinasi bagi seluruh masyarakat.

Komisi Independen Pengawas Doktrin (KIPD) menjelaskan:

1.    Secara nalar teori ini sangat masuk akal. Namun sebagai orang percaya harus ada beberapa hal yang patut mendapat perhatian:

a.     Tidak ada sesuatu pun yang terjadi jika Tuhan tidak mengijinkan (Matius 10:29-30).

b.    Orang percaya harus yakin bahwa Allah turut bekerja dalam segala hal utuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Tuhan (Roma 8:28).

c.     Informasi yang beredar menggunakan beberapa kutipan-kutipan orang-orang yang tampaknya kredibel. Namun jangan kita menelan begitu saja, pernyataan-pernyataan yang dikutip bila ditelusuri seringkali kutipan tersebut terlepas (mungkin sengaja dilepas) dari konteks. Misal: Mantan Menkes A. Safari menyatakan Bill Gates pernah menyatakan akan ada pandemi menimpa dunia. Namun ketika diteliti ternyata Bill Gates bukan memberitahu (atau mengumumkan) akan datangnya pendemi tetapi memberitahu jika dunia harus “perlu waspada” bila terjadi pandemi.

2.    Tuhan menciptakan manusia sedemikian sempurna sehingga manusia diberi kemampuan merespon segala sesuatu yang menimpanya. Termasuk kemampuan untuk mengatasi pandemi. Vaksinasi adalah salah satu bentuk upaya manusia untuk mengatasi pandemi Covid19. Sampai saat ini Komisi Independen Pengawas Doktrin meyakini bahwa vaksinasi tidak bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan.

3.    Ilmu Pengetahuan tentang rekayasa genetika mengalami perkembangan pesat. Namun rekayasa genetika untuk diterapkan kepada manusia dengan mengubah DNA manusia sehingga mengakibatkan manusia bermutasi menjadi “sesuatu mahkluk” adalah masih dalam wacana dan imajinasi. Bila benar-benar terjadi, dunia pasti heboh dan tidak mungkin bisa tertutup atau rahasia karena jurnal-jurnal Ilmu pengetahuan pasti membahasnya dan pasti akan menjadi perdebatan yang sengit.

4.    Persangkaan adanya robot nano yang dimasukkan ke dalam vaksin adalah tidak mungkin. Jangan sampai kita terjebak untuk mengglorifikasi antikris dengan mengumbar pikiran kita mempercayai cerita-cerita yang tidak-tidak.

a.     Tubuh tidak mungkin bisa menerima benda asing, apalagi yang tidak bisa senyawa.

b.    Kalau memang benar robot nano itu ada pasti terekspos saat pengujian pada binatang.

c.     Jika antikris hendak menguasai manusia dengan menggunakan vaksinasi, maka antikris itu terlalu bodoh sebab apa yang dilakukan tersebut terlalu kasar dan menyolok. Padahal cara yang lebih halus, murah dan cerdas tersedia yaitu melalui pemahaman atau isme-isme yang sesat.

d.    Iman kepada Yesus itu tertanam di hati manusia. Rekayasa mengubah DNA manusia menggunakan robot nano melalui vaksinasi tidak dapat merebut iman manusia yang tertanam dalam hati. Sebab hanya Tuhan yang bisa memegang kendali hati manusia (Amsal 21:1).

Melalui penjelasan di atas maka Komisi Independen Pengawas Doktrin (KIPD) menegaskan bahwa divaksinasi tidak melanggar Firman Tuhan, dan   menyarankan:

1.    Harap para hamba Tuhan GPSDI tidak ragu-ragu untuk mendapatkan vaksinasi Covid19.

2.    Harap para hamba Tuhan dalam jajaran Sinode GPSDI membantu pemerintah dengan mendorong jemaat dan masyarakat yang memenuhi ketentuan untuk divaksinasi.

3.    Bila ada para hamba Tuhan belum bisa menerima penjelasan ini, harap tidak mengekspos ketidak sepahamannya atau ketidakyakinannya terhadap vaksinasi kepada pihak-pihak lain. Juga jangan sampai menghalangi atau berusaha mencegah atau mempengaruhi mereka yang hendak divaksinasi.

Demikian, harap menjadi maklum. Tuhan Yesus kiranya menolong kita bebas dari pandemi Covid19. Amin

 

            Ketua,

 

Pdt. Edi Zakaria, M.Th.

                                                           

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar