"Kehormatan Menggembalakan Milik Tuhan"

 


Nats Utama: 1 Petrus 5:2-4 & 1 Korintus 12:25-27

​I. Pendahuluan

​Shalom Bapak/Ibu dan Saudara yang dikasihi Tuhan. Seringkali, ketika kita mendengar kata "pemimpin" di gereja—baik itu ketua komisi, koordinator puji-pujian, atau pemimpin sel—yang terlintas pertama kali adalah lelah, tanggung jawab, dan kritik.

​Namun hari ini, kita akan melihat dari perspektif Surga. Kepemimpinan dalam Rumah Tuhan bukanlah sebuah beban



organisasi, melainkan sebuah Penugasan Kerajaan yang sangat mulia.

​II. Poin 1: Kebanggaan Dipercaya oleh Raja (The Honor of Being Trusted)

Ayat Emas: > "Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku." (1 Timotius 1:12)

Penjelasan:

Rasul Paulus tidak melihat pelayanannya sebagai beban, melainkan sebagai alasan untuk bersyukur. Mengapa kita harus bangga (dalam arti positif)? Karena dari miliaran manusia, Tuhan "menitipkan" sebagian dari rencana-Nya yang kekal di tangan kita. Anda tidak dipilih oleh manusia melalui pemungutan suara belaka; Anda dipilih oleh Tuhan karena Dia melihat potensi kesetiaan dalam diri Anda.

Ilustrasi:

Bayangkan jika Presiden negara ini datang ke rumah Anda dan menitipkan kunci istananya kepada Anda saat dia pergi. Apakah Anda akan mengeluh, "Aduh, repot sekali bawa kunci ini"? Tentu tidak! Anda akan merasa sangat terhormat karena dipercaya oleh orang nomor satu di negara ini. Terlebih lagi Tuhan, Raja segala Raja, menitipkan "kunci" pertumbuhan rohani jemaat-Nya kepada Anda.

Aplikasi:

Singkirkan mentalitas "terpaksa melayani". Mulailah berkata, "Terima kasih Tuhan, karena Engkau menganggapku layak untuk mengerjakan pekerjaan-Mu."

​III. Poin 2: Kualifikasi dan Operasi Kepemimpinan (The Blueprint)

Ayat Emas: > "Sebab itu seorang penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat... dapat menguasai diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar..." (1 Timotius 3:2)

Penjelasan:

Kepemimpinan Tuhan bekerja dengan prinsip yang berbeda dari dunia. Dunia mencari karisma, tapi Tuhan mencari karakter. Dunia mencari dominasi, tapi Tuhan mencari transformasi.

1.   Kualifikasi Karakter: Standar Tuhan adalah integritas. Apa yang kita lakukan saat tidak ada orang yang melihat adalah ukuran kepemimpinan kita yang sesungguhnya.

2.   Operasi Melayani: Kepemimpinan Kristen beroperasi secara "terbalik". Semakin tinggi posisi Anda, semakin banyak kaki yang harus Anda cuci. Pemimpin adalah orang yang pertama datang untuk memberi solusi, bukan yang pertama datang untuk dilayani.

Ilustrasi:

Sebuah bangunan megah hanya akan berdiri selama fondasinya kuat. Karakter adalah fondasi di bawah tanah yang tidak terlihat, sedangkan karisma adalah bangunan yang terlihat. Tanpa karakter, kepemimpinan akan runtuh saat badai datang.

Aplikasi:

Evaluasi diri. Apakah cara kita memimpin sudah mencerminkan karakter Kristus? Jangan hanya mengejar hasil, kejarlah perkenanan Tuhan dalam prosesnya.

​IV. Poin 3: Kesatuan dalam Dukungan (The Power of Unity)

Ayat Emas: > "Supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan." (1 Korintus 12:25)

Penjelasan:

Seorang pemimpin sehebat apapun tidak akan bisa berjalan jauh tanpa dukungan jemaat. Musuh terbesar gereja bukanlah tekanan dari luar, melainkan perpecahan dari dalam.

​Jemaat dipanggil bukan untuk menjadi kritikus bagi pemimpinnya, melainkan menjadi "penopang tangan". Saat jemaat bersatu mendukung pemimpin yang Tuhan pilih, ada kuasa yang dahsyat yang dilepaskan.

Ilustrasi:

Ingatkah kisah Musa saat berperang melawan Amalek? (Keluaran 17). Selama tangan Musa terangkat, Israel menang. Namun Musa lelah. Harun dan Hur tidak menggantikan posisi Musa, mereka juga tidak mengkritik Musa karena dia lelah. Mereka mengambil batu agar Musa bisa duduk, dan mereka menopang tangan Musa kiri dan kanan sampai matahari terbenam. Hasilnya? Kemenangan total.

Aplikasi:

Jangan biarkan pemimpin Anda berjuang sendirian. Dukung mereka dengan doa, kata-kata yang membangun, dan tindakan nyata. Saat pemimpin berhasil, seluruh jemaat menikmati berkatnya.

​V. Kesimpulan & Penutup

​Kepemimpinan adalah sebuah kehormatan. Mari kita yang dipercaya menjadi pemimpin, memimpin dengan bangga dan penuh integritas. Dan mari kita sebagai jemaat, menjadi "Harun dan Hur" yang setia menopang. Saat pemimpin dan jemaat bersatu, Rumah Tuhan akan menjadi tempat di mana kemuliaan-Nya dinyatakan dengan nyata.

Doa Penutup:

Bapa, urapi setiap pemimpin di tempat ini. Berikan mereka hati hamba dan hikmat-Mu. Satukan hati kami semua agar kami menjadi satu tubuh yang kuat untuk kemuliaan nama-Mu. Amin.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar